Ersan SyamsudinHALO PURWAKARTA – Di tengah derasnya arus informasi dan tuntutan profesi wartawan yang serba cepat, sosok Ersan Syamsudin menjadi teladan tersendiri di kalangan insan pers Purwakarta.
Pria yang telah malang melintang di dunia jurnalistik radio selama puluhan tahun itu dikenal bukan hanya karena dedikasinya dalam memburu berita, tetapi juga karena kedisiplinannya dalam menjalankan ibadah.
Bagi banyak rekan seprofesi di organisasi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) nama Ersan sudah tidak asing lagi. Hampir setiap hari ia terlihat berpindah dari satu lokasi liputan ke lokasi lainnya untuk menyajikan informasi kepada masyarakat. Namun di tengah padatnya aktivitas tersebut, Ersan selalu berusaha menjaga kewajiban salat lima waktu.
“Sebagai manusia kita punya kewajiban kepada Allah. Kesibukan kerja jangan sampai membuat kita melupakan ibadah,” ujar Ersan Syamsudin saat ditemui Halo Purwakarta, Jumat (11/9/2026).
Tak hanya salat wajib, wartawan senior yang dikenal sederhana itu juga rutin menjalankan ibadah sunnah seperti puasa Senin dan Kamis. Baginya, ibadah menjadi sumber ketenangan sekaligus kekuatan dalam menjalani berbagai tantangan pekerjaan.
Kebiasaan baik Ersan juga terlihat saat pelaksanaan Salat Jumat di lingkungan Polres Purwakarta. Tak jarang ia dipercaya menjadi muazin, mengumandangkan azan yang mengajak umat Muslim menunaikan kewajiban mereka.
Suara azannya yang khas sudah cukup dikenal oleh sejumlah jamaah yang kerap melaksanakan Salat Jumat di lingkungan kepolisian tersebut. Di balik profesinya sebagai wartawan, Ersan menunjukkan bahwa pengabdian kepada masyarakat dapat berjalan beriringan dengan pengabdian kepada Tuhan.
Rekan-rekan sesama jurnalis menilai Ersan sebagai sosok yang rendah hati, mudah bergaul dan selalu memberikan contoh positif. Pengalaman panjangnya di dunia jurnalistik membuatnya dihormati banyak kalangan, mulai dari sesama wartawan hingga pejabat daerah.
Meski telah lama berkecimpung di dunia pers, Ersan tetap menjalani hidup dengan sederhana. Baginya, keberhasilan bukan hanya diukur dari banyaknya berita yang dihasilkan, tetapi juga dari seberapa baik seseorang menjaga hubungan dengan Sang Pencipta.
Di usia dan pengalaman yang matang, Ersan Syamsudin menjadi bukti bahwa profesionalisme dalam bekerja tidak harus mengorbankan nilai-nilai spiritual. Di tengah kesibukan mengejar berita, ia tetap menjaga langkah menuju masjid, menjalankan ibadah, dan mengajak orang lain kepada kebaikan.
Sosok seperti Ersan mungkin jarang menjadi berita utama. Namun keteladanannya mengajarkan bahwa integritas seorang wartawan tidak hanya terlihat dari karya jurnalistiknya, melainkan juga dari akhlak dan kehidupan yang dijalani setiap hari. (Ega Nugraha)


Tidak ada komentar