Sekretaris DPD Golkar Purwakarta Divonis Bersalah oleh DPP, Pelapor Desak Golkar Jabar Segera Eksekusi Sanksi

2 menit membaca View : 897
King Nugraha
Headline, Politik - 03 Agu 2026

HALO PURWAKARTA – Dua pelapor kasus dugaan pelanggaran kode etik yang melibatkan salah satu pengurus DPD Partai Golkar Kabupaten Purwakarta berinisial DRP mendatangi Kantor Dewan Etik DPP Partai Golkar di Jakarta, Senin (3/8/2026).

Kedatangan Nina Rahmayani dan Naola Sansabila bertujuan mempertanyakan tindak lanjut pelaksanaan putusan sanksi etik yang sebelumnya telah dijatuhkan kepada DRP.

Mereka menilai keputusan Dewan Etik harus segera dieksekusi sebagai bentuk komitmen partai dalam menegakkan aturan organisasi.

DRP diketahui menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Kabupaten Purwakarta sekaligus Sekretaris DPD Partai Golkar Purwakarta.

“Hari ini saya sebagai pelapor mempertanyakan masalah kami kepada Dewan Etik. Alhamdulillah kami sudah mendapat jawaban dan akan terus mengawal hasil keputusan ini,” kata Naola usai mendatangi Kantor Dewan Etik DPP Partai Golkar, kepada halopwk.id (Halo Purwakarta).

Sementara itu, Nina mengungkapkan Dewan Etik DPP Partai Golkar telah mengeluarkan dua putusan yang menyatakan DRP bersalah dalam dua laporan berbeda. Hasil putusan tersebut, kata dia, juga telah ditembuskan kepada pengurus DPD Partai Golkar Jawa Barat.

Menurut Nina, berdasarkan informasi yang diterimanya, sidang Hakim Etik menemukan bukti yang dinilai cukup kuat terkait dugaan tindakan asusila dan dugaan penipuan yang dilaporkan.

“Sidang Hakim Etik telah menemukan bukti-bukti yang cukup kuat terhadap adanya tindakan asusila serta dugaan penipuan. Hakim Etik kemudian mengusulkan kepada Pleno Dewan Etik agar memberikan sanksi pembebastugasan DRP dari seluruh penugasan kepengurusan Partai Golkar selama empat tahun,” ujarnya.

Kedua pelapor memastikan akan terus mengawal pelaksanaan putusan tersebut hingga benar-benar dijalankan oleh partai.

Mereka menilai penegakan keputusan Dewan Etik penting untuk menjaga marwah organisasi serta kepercayaan publik terhadap Partai Golkar.

Dalam waktu dekat, Nina dan Naola juga berencana mendatangi Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat serta Ketua DPD Partai Golkar Purwakarta.

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan rekomendasi dan putusan Dewan Etik yang telah dikeluarkan dapat segera ditindaklanjuti oleh jajaran partai di tingkat daerah.

“Selanjutnya kami akan mendatangi Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat serta Ketua DPD Golkar Purwakarta dalam waktu dekat untuk mengawal pelaksanaan sanksi,” ujar Naola.

Sementara itu, Redaksi Halo Purwakarta sudah berusaha menghubungi DRP melalui sambungan telepon guna keberimbangan berita. Namun yang bersangkutan enggan merespons, termasuk tidak membalas pesan konfirmasi lewat WhatsApp meski nomornya dalam keadaan aktif. (Ega Nugraha)

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *