Warga Tegalmunjul Resah, Remaja Diduga Sering Masuk Pekarangan dan Catcalling Perempuan

2 menit membaca View : 160
King Nugraha
Headline, Kriminal - 02 Agu 2026

HALO PURWAKARTA – Seorang warga Kampung Cipicung RT 04 RW 07, Kelurahan Tegal Munjul, Kecamatan Purwakarta, Kabupaten Purwakarta, melaporkan keresahan yang dialami lingkungan tempat tinggalnya melalui layanan pengaduan Halo Purwakarta.

Dalam laporan yang disampaikan pada Minggu, 2 Agustus 2026, warga mengaku resah dengan perilaku seorang remaja yang disebut kerap melakukan aktivitas mencurigakan di sekitar permukiman.

Pelapor mengungkapkan, aktivitas tersebut telah berulang kali terjadi dalam beberapa waktu terakhir dan bahkan disebut terekam kamera pengawas atau CCTV milik warga.

Menurut keterangan pelapor, remaja tersebut sering terlihat berdiri dan memperhatikan rumah warga dalam waktu yang cukup lama seolah sedang memantau situasi sekitar.

Tak hanya itu, yang bersangkutan juga disebut kerap berada di area kebun yang berada di depan rumah warga sejak malam hari hingga menjelang tengah malam. Pada beberapa kesempatan, aktivitas serupa bahkan terjadi sejak waktu subuh.

Keresahan warga semakin bertambah setelah remaja tersebut diduga pernah naik ke balkon rumah salah satu warga. Saat ditanya, yang bersangkutan disebut beralasan sedang mencari burung.

Selain dugaan masuk ke area rumah tanpa izin, pelapor juga menyoroti perilaku catcalling yang disebut kerap dilakukan terhadap perempuan yang melintas di sekitar lokasi. Warga juga mengaku tidak nyaman karena yang bersangkutan diduga beberapa kali melontarkan ucapan yang dianggap sebagai pelecehan verbal kepada warga.

Pelapor menegaskan dirinya tidak menuduh adanya tindak pencurian. Namun, aktivitas yang berulang dan dinilai tidak wajar membuat warga setempat merasa khawatir.

“Warga sudah beberapa kali menegur, tetapi perilaku yang sama masih terus dilakukan,” tulis pelapor dalam pesan yang dikirimkan kepada Halo Purwakarta.

Dalam laporan tersebut juga disebutkan bahwa warga sempat mendatangi lokasi dan menanyakan langsung kepada yang bersangkutan. Namun jawaban yang diberikan dinilai berbelit-belit dan tidak sesuai dengan pertanyaan yang diajukan.

Warga juga mengaku menemukan sejumlah pijakan kaki di sekitar pembatas kebun yang diduga digunakan untuk memanjat area tertentu. Temuan itu semakin menambah kecurigaan warga terhadap aktivitas yang dilakukan di sekitar lingkungan tersebut.

Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak yang dilaporkan maupun aparat berwenang terkait tindak lanjut atas laporan tersebut. Warga berharap ada langkah pencegahan dan penanganan agar situasi lingkungan kembali aman dan kondusif. (King)

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *