Bocah 9 Tahun Asal Karawang Tewas Tenggel4m di Kolam Hotel Abah Purwakarta

3 menit membaca View : 69
King Nugraha
Headline, Peristiwa - 10 Jul 2026

HALO PURWAKARTA – Seorang anak berinisial A (9), warga Kecamatan Purwasari, Kabupaten Karawang, mninggal dunia setelah diduga tenggelam di kolam renang Hotel Abah, Kecamatan Bungursari, Kabupaten Purwakarta, beberapa waktu lalu.

Korban yang diketahui baru duduk di kelas 4 Sekolah Dasar (SD) tersebut datang bersama rombongan keluarga untuk menginap di hotel tersebut. Berdasarkan informasi yang dihimpun, rombongan keluarga korban terdiri dari beberapa orang dewasa dan anak-anak yang tengah menikmati waktu liburan.

Ibu korban, Vera, mengaku masih terpukul atas peristiwa yang merenggut nyawa putranya. Ia berharap ada kejelasan terkait kronologi kejadian serta bentuk tanggung jawab dari pihak terkait atas musibah tersebut.

Sementara itu, perwakilan manajemen Hotel Abah, Irma, menjelaskan bahwa berdasarkan keterangan resepsionis, kolam renang hotel memiliki jam operasional tertentu. Kolam dibuka mulai pukul 06.00 WIB hingga pukul 12.00 WIB dan kemudian ditutup.

“Menurut informasi dari resepsionis, pihak keluarga meminta kolam dibuka kembali sekitar pukul 14.00 WIB. Kami tidak menolak permintaan tamu, namun biasanya anak-anak harus tetap dalam pengawasan orang dewasa,” ujar Irma saat dikonfirmasi, Kamis (9/7/2026).

Irma menuturkan, saat kejadian dirinya tidak berada di lokasi. Informasi yang diterimanya berasal dari karyawan hotel dan resepsionis yang sedang bertugas saat itu.

Menurutnya, salah seorang karyawan yang tengah mengantar tamu ke kamar melihat korban sudah dalam kondisi diangkat dari kolam renang oleh orang-orang yang berada di lokasi.

“Saat karyawan kami melintas, korban sudah dalam kondisi diangkat. Setelah itu langsung dibawa keluar untuk mendapatkan penanganan medis,” katanya.

Ia mengungkapkan, pihak hotel tidak mengetahui secara pasti kondisi korban saat pertama kali ditemukan maupun kapan korban dinyatakan meninggal dunia karena setelah dievakuasi korban langsung dibawa ke rumah sakit.

“Kami tidak tahu secara detail kondisi korban saat pertama ditemukan. Setelah diangkat, korban langsung dibawa ke rumah sakit,” ucapnya.

Terkait pengawasan di area kolam renang, Irma menyebut pihak hotel tidak menyediakan petugas penjaga kolam atau lifeguard. Menurutnya, kolam renang tersebut diperuntukkan bagi tamu hotel dan selama ini pengawasan anak-anak menjadi tanggung jawab orang tua atau pendamping masing-masing.

“Kami memang tidak memiliki petugas khusus pengawas kolam. Biasanya anak-anak tetap harus didampingi orang tua saat berenang,” jelasnya.

Irma juga mengatakan bahwa pihak kepolisian telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk mengumpulkan keterangan dan memastikan penyebab peristiwa tersebut.

“Polisi sudah datang ke lokasi untuk melakukan pemeriksaan dan meminta keterangan. Kemungkinan masih ada pemeriksaan lanjutan,” ujarnya.

Hingga kini, pihak manajemen hotel mengaku masih melakukan pembahasan internal terkait langkah yang akan diambil setelah kejadian tersebut. Manajemen juga mempertimbangkan untuk berkomunikasi lebih lanjut dengan keluarga korban.

Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya pengawasan ketat terhadap anak-anak saat berada di area kolam renang, terutama pada lokasi yang tidak dilengkapi petugas penjaga keselamatan.

Sementara itu, aparat kepolisian masih melakukan pendalaman guna memastikan kronologi lengkap dan penyebab pasti tenggelamnya korban. (Ega Nugraha)

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *