Fakta Baru Kasus Tewasnya Satpam Sumarna di Jatiluhur, Kades: Tidak Terkait Aksi Vandalisme Anak Motor

3 menit membaca View : 434
King Nugraha
Headline, Kriminal - 01 Agu 2026

HALO PURWAKARTA – Kepala Desa Kembangkuning, Kecamatan Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, Halim Wahyu, membantah kabar yang menyebut tewasnya Sumarna, seorang satpam PJT II, berkaitan dengan aksi vandalisme yang dilakukan kelompok anak motor di kawasan Tanggul Kayat.

Pernyataan tersebut disampaikan Halim Wahyu dalam sebuah wawancara yang diunggah akun media sosial @bangranistones pada Jumat (31/7/2026).

Dalam keterangannya, Halim menegaskan tidak ada hubungan antara aksi vandalisme berupa coretan yang ditemukan di lokasi dengan meninggalnya korban sebagaimana ramai diperbincangkan di media sosial.

“Jadi ketika dia sedang bertugas bekerja sebagai sekuriti di bendungan Tanggul Kayat PJT, dia menemukan coretan-coretan yang ada di jalan Tanggul Kayat tersebut. Tapi dia tidak melihat siapa yang melakukan itu,” kata Halim.

Menurut Halim, informasi yang berkembang bahwa korban memergoki pelaku vandalisme lalu terjadi konflik hingga berujung kematian merupakan informasi yang tidak sesuai fakta.

“Tidak, tidak memergoki,” ujarnya saat ditanya apakah korban melihat langsung pelaku yang membuat coretan.

Halim menjelaskan, saat mulai bekerja korban hanya menemukan tulisan-tulisan yang sudah ada di lokasi. Karena di dalam coretan tersebut terdapat nama atau identitas kelompok tertentu, korban kemudian berupaya mencari informasi mengenai siapa yang membuatnya.

Korban disebut sempat bertanya kepada seseorang yang diketahui merupakan anggota salah satu kelompok yang namanya tertulis dalam coretan tersebut.

Namun, percakapan yang terjadi disebut berlangsung biasa tanpa adanya pertengkaran maupun ancaman.

“Sehingga dia menanyakan ke anggota tersebut, siapa ini yang nyoret-nyoret ini. Dia menjawab tidak tahu. Korban hanya menyampaikan kalau ada yang mengaku melakukan itu, tolong dihapus saja,” ujar Halim.

Ia menegaskan interaksi tersebut berlangsung secara baik-baik dan tidak menimbulkan keributan.

“Tidak ada keributan. Dia juga menerima dengan baik. Katanya nanti akan disampaikan ke anak-anak, kalau memang ada yang melakukan itu akan diminta menghapusnya,” lanjutnya.

Selain itu, Halim mengungkapkan bahwa korban dan orang yang ditegur tersebut sebenarnya saling mengenal karena tinggal dalam lingkungan yang sama.

Saat ditanya mengenai sosok Sumarna selama bertugas sebagai petugas keamanan, Halim mengaku mengenalnya sebagai pribadi yang baik dan mudah diajak bekerja sama.

“Kalau yang saya tahu, sebagai danton dia baik. Ketika saya butuh dia, gampang sekali. Tidak pernah menanyakan operasional atau apa kepada saya,” katanya.

Halim juga mengaku tidak pernah mendengar adanya persoalan pribadi maupun konflik yang melibatkan korban sebelum kejadian tersebut.

“Gak ada cerita. Gak ada masalah. Atau pernah terlibat keributan dengan siapa, gak ada,” tegasnya.

Pernyataan Kepala Desa Kembangkuning ini sekaligus menjadi klarifikasi atas berbagai spekulasi yang berkembang di media sosial terkait penyebab tewasnya Sumarna.

Hingga kini, belum ada informasi resmi yang mengaitkan kematian korban dengan aksi vandalisme maupun kelompok anak motor yang namanya sempat disebut dalam berbagai unggahan media sosial.

Masyarakat pun diimbau untuk tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi dan menunggu hasil penyelidikan resmi dari pihak berwenang terkait penyebab pasti meninggalnya korban. (Ega Nugraha)

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *