Iwan Sobarna, S.T., Kepala Bidang Penaatan dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup (PPKLH) DLH Kabupaten PurwakartaHALO PURWAKARTA — Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Purwakarta turun langsung mengecek kondisi Sungai Cibayawak di Desa Cilandak, Kecamatan Cibatu, Kabupaten Purwakarta, Minggu (27/9/2026).
Pengecekan dilakukan menindaklanjuti informasi yang beredar di media sosial terkait kondisi air sungai yang disebut berwarna hitam dan mengeluarkan bau tidak sedap.
Kepala Bidang Penaatan dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup (PPKLH) DLH Kabupaten Purwakarta, Iwan Sobarna, S.T., mengatakan pihaknya datang bersama personel laboratorium untuk melakukan pemeriksaan langsung sekaligus mengambil sampel air.
“Memang ketika kami ke lokasi untuk mengambil sampel air itu cukup sulit karena banyak rumput. Rumput tersebut sepertinya merupakan endapan-endapan yang sudah lama,” kata Iwan, kepada Halo Purwakarta, Senin 28 September 2026.
Menurutnya, endapan atau sedimentasi yang telah lama berada di aliran sungai menjadi salah satu hal yang ditemukan saat pengecekan. Kondisi tersebut, kata dia, diduga dapat berkaitan dengan munculnya bau tidak sedap dan warna hitam pada bagian tertentu aliran sungai.
Meski demikian, DLH belum dapat memastikan penyebab kondisi air tersebut sebelum hasil pemeriksaan laboratorium keluar.
“Kami masih menunggu hasil uji laboratorium. Kurang lebih delapan hari nanti hasilnya akan terlihat seperti apa,” ujarnya.
Selain mengambil sampel, DLH Purwakarta juga berencana menyusun rekomendasi penanganan Sungai Cibayawak kepada pimpinan. Salah satu opsi yang tengah dipertimbangkan yakni pengerukan sedimentasi atau normalisasi sungai.
Iwan menyebut normalisasi diperlukan tidak hanya untuk memperbaiki kondisi aliran sungai, tetapi juga mempermudah pengawasan terhadap kemungkinan sumber pencemaran.
“Kalau sudah normalisasi, sungainya akan terlihat dan bisa menjadi alat kendali terhadap pencemaran serta sumber pencemarnya,” katanya.
Terkait informasi adanya aktivitas usaha yang berpotensi membuang limbah ke aliran sungai, DLH masih melakukan pendalaman. Dari penelusuran awal di lapangan, di bagian selatan aliran Sungai Cibayawak terdapat aktivitas perusahaan pemotongan ayam serta masyarakat yang melakukan usaha pembersihan jeroan hasil produksi potong ayam.
Namun, Iwan menegaskan pihaknya belum menetapkan aktivitas tersebut sebagai sumber pencemaran.
“Kami tidak akan mendahului hasil laboratorium. Nanti akan kami nyatakan setelah hasil laboratorium muncul,” tegasnya.
Hasil uji laboratorium nantinya akan menjadi dasar bagi DLH Purwakarta untuk menentukan langkah penanganan lebih lanjut terhadap kondisi Sungai Cibayawak di Desa Cilandak. (Ega Nugraha)


Tidak ada komentar