Kapolres Purwakarta AKBP Febri Nurzam, S.I.K., S.H., M.Si., bersama pejabat utama Polres Purwakarta saat berdiskusi dengan pengurus dan anggota PWI Purwakarta dalam agenda silaturahmi, Senin 24 Agustus 2026.
HALO PURWAKARTA – Kapolres Purwakarta AKBP Febri Nurzam, S.I.K., S.H., M.Si., memilih membangun komunikasi dengan insan pers sejak awal menjalankan tugasnya di Kabupaten Purwakarta.
Langkah itu dilakukan dengan menyambangi kantor Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Purwakarta pada Senin, 24 Agustus 2026.
Kunjungan tersebut bukan sekadar agenda silaturahmi. Pertemuan Kapolres bersama jajaran PWI Purwakarta menjadi ruang untuk membangun komunikasi yang lebih terbuka antara kepolisian dan wartawan.
AKBP Febri Nurzam datang bersama sejumlah pejabat utama Polres Purwakarta.
Di antaranya Kasat Reskrim, Kasat Narkoba, Kasi Humas, serta Kapolsek Kota.
Kehadiran jajaran kepolisian itu disambut Ketua PWI Purwakarta Adi Kurniawan Tarigan, jajaran pengurus dan anggota PWI Purwakarta. Pertemuan kemudian berlangsung dalam suasana kekeluargaan dengan diskusi dua arah mengenai hubungan kepolisian dan media.
Bagi Febri, komunikasi tersebut penting karena kepolisian dan wartawan memiliki fungsi masing-masing yang pada akhirnya sama-sama bersentuhan dengan kepentingan masyarakat.
Sebagai pejabat yang baru bertugas di Purwakarta, Febri mengatakan dirinya merasa perlu datang langsung untuk menemui para wartawan.
Ia bahkan menyampaikan ungkapan yang cukup menarik ketika menjelaskan alasannya mendatangi PWI Purwakarta.
“Sejatinya saya orang baru, saya harus datang ke tuan rumah,” ujar Febri dalam keterangannya usai kegiatan.
Ungkapan tersebut menggambarkan keinginannya untuk membangun komunikasi secara langsung, bukan hanya mengandalkan jalur komunikasi formal melalui institusi.
Menurut Febri, pertemuan dengan PWI Purwakarta diharapkan menjadi titik awal untuk memperbaiki komunikasi yang sudah terjalin sekaligus memperkuat hubungan antara Polres Purwakarta dengan insan pers.
Ia tidak ingin hubungan tersebut berhenti pada istilah kolaborasi.
Lebih jauh, Febri berharap komunikasi antara kepolisian dan wartawan dapat berkembang menjadi sebuah sinergitas yang lebih kuat.
“Dengan harapan kita bisa memperbaiki komunikasi ke depan, sehingga kita bisa tetap berkolaborasi. Namun bukan hanya sebatas kolaborasi, kita akan meningkatkan ke level sinergitas,” katanya.
Pernyataan tersebut sekaligus menunjukkan pentingnya komunikasi yang berkelanjutan antara kepolisian dan media.
Bagi kepolisian, media menjadi salah satu saluran penting untuk menyampaikan informasi kepada masyarakat.
Sementara bagi wartawan, komunikasi yang terbuka dengan aparat penegak hukum dapat membantu proses memperoleh informasi untuk kepentingan pemberitaan.
Hubungan kedua pihak pun diharapkan tetap berjalan dalam koridor tugas dan fungsi masing-masing.
Dalam kesempatan tersebut, Febri juga memberikan apresiasi terhadap komunikasi yang selama ini telah terbangun dengan wartawan yang tergabung dalam PWI Purwakarta.
Ia menilai komunikasi dengan para wartawan berlangsung cukup terbuka.
“Alhamdulillah, sampai saat ini bisa berkomunikasi dengan teman-teman yang masuk PWI. Bisa berkomunikasi terbuka, yang saya nilai ada ketulusan dari teman-teman PWI,” tutur Febri.
Menurutnya, keterbukaan tersebut menjadi modal penting dalam membangun hubungan yang sehat antara institusi kepolisian dengan media.
Komunikasi yang terbuka juga memungkinkan kedua pihak menyampaikan kebutuhan dan persoalan masing-masing tanpa harus menunggu munculnya sebuah peristiwa besar.
Bagi media, komunikasi dengan kepolisian diperlukan untuk memperoleh informasi yang akurat ketika menjalankan fungsi jurnalistik.
Sebaliknya, kepolisian juga membutuhkan media sebagai jembatan untuk menyampaikan informasi kepada masyarakat.
Karena itu, Febri memandang hubungan dengan insan pers perlu dibangun melalui komunikasi yang konsisten dan dilandasi ketulusan.
Ia menyoroti berbagai kegiatan kepolisian yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, tetapi belum banyak diketahui publik.
Menurutnya, aktivitas pelayanan dan kegiatan yang dilakukan jajaran kepolisian tidak semuanya mendapatkan ruang pemberitaan.
“Kita terkadang banyak kegiatan-kegiatan yang menyentuh langsung masyarakat, namun itu jarang terpublikasi,” ungkapnya.
Padahal, informasi mengenai kegiatan tersebut dapat menjadi bagian penting bagi masyarakat untuk mengetahui apa yang dilakukan kepolisian di wilayah mereka.
Mulai dari kegiatan pelayanan, pendekatan kepada masyarakat, hingga aktivitas lain yang memiliki dampak langsung terhadap kehidupan warga.
Febri berharap keberadaan wartawan, khususnya yang tergabung dalam PWI Purwakarta, dapat membantu menyampaikan informasi tersebut kepada masyarakat secara lebih luas.
“Dengan adanya kolaborasi bersama teman-teman PWI, wartawan, hal-hal atau kegiatan-kegiatan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat ini bisa terpublikasi, bisa tersampaikan kepada masyarakat,” katanya.
Di akhir pertemuan, Kapolres dan rekan PWI nampak makan bersama sehingga pertemuan lebih hangat dan akrab. (Ega Nugraha)


Tidak ada komentar