Foto Almarhum Satpam Sumarna HALO PURWAKARTA – Polda Jawa Barat mengungkap fakta baru dalam kasus kematian satpam Sumarna yang ditemukan tewas dengan tangan terborgol di Waduk Jatiluhur, Purwakarta. Polisi menduga pelaku pembunuhan tidak hanya satu orang.
Dugaan tersebut muncul setelah penyidik melakukan pendalaman terhadap sejumlah fakta dan alat bukti yang telah dikumpulkan sejak kasus ini mencuat.
Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Pol Hendra Rochmawan mengatakan penyidik menemukan sejumlah kejanggalan yang mengarah pada keterlibatan lebih dari satu pelaku.
“Dari beberapa penelusuran yang kami lakukan, pelakunya diduga tidak hanya satu orang,” kata Hendra dalam wawancara dengan Metro TV, Minggu 2 Agustus 2026.
Selain itu, polisi juga mengungkap bahwa borgol yang ditemukan terpasang di tangan korban diduga bukan milik Sumarna.
Menurut Hendra, seluruh perlengkapan kerja milik korban, termasuk borgol yang biasa digunakan saat bertugas, ditemukan masih lengkap. Bahkan kunci borgol milik korban juga masih berada di tempatnya.
Fakta tersebut membuat penyidik menduga borgol yang digunakan untuk mengikat korban berasal dari pihak lain yang diduga terkait dengan pelaku.
“Kunci maupun borgol milik korban masih ada. Karena itu kami menduga borgol yang digunakan bukan milik korban,” ujarnya.
Hingga kini polisi masih mendalami apakah kasus tersebut merupakan pembunuhan yang direncanakan atau tidak. Penyidik belum mengambil kesimpulan karena masih menunggu hasil pengembangan penyelidikan dan pemeriksaan saksi.
Dalam proses penyelidikan, polisi juga menemukan kejanggalan terkait perjalanan korban sebelum ditemukan meninggal dunia.
Berdasarkan hasil penelusuran, korban tidak langsung menuju lokasi tempat jasadnya ditemukan. Sebaliknya, korban diketahui sempat melewati kawasan perumahan yang gelap dan minim penerangan.
Temuan tersebut menjadi salah satu fokus penyidik untuk mengungkap apa yang sebenarnya terjadi sebelum korban ditemukan tewas.
Polisi juga menyusun kronologi berdasarkan hasil penelusuran aktivitas korban dan data penggunaan telepon seluler.
Pada 23 Juli sore, korban diketahui sempat berada di luar pos jaga sebelum pulang ke rumah sekitar pukul 17.00 WIB. Setelah beristirahat, korban berangkat bekerja sekitar pukul 20.00 WIB dan diantar istrinya.
Sekitar pukul 21.00 WIB, korban diketahui keluar dari pos jaga. Namun hingga larut malam korban tidak kembali ke lokasi kerjanya.
Penyidik memperkirakan korban masih bergerak hingga sekitar pukul 02.00 dini hari. Setelah itu telepon seluler miliknya tidak lagi aktif.
Rentang waktu tersebut kini menjadi perhatian utama penyidik untuk mengungkap detik-detik hilangnya korban hingga akhirnya ditemukan meninggal dunia.
Polisi juga memastikan motif perampokan tidak menjadi dugaan utama dalam kasus ini. Pasalnya seluruh barang berharga milik korban ditemukan dalam kondisi utuh.
Handphone, dompet, perlengkapan kerja hingga sepeda motor korban tidak hilang.
“Barang-barang milik korban masih lengkap sehingga hipotesis perampokan sementara tidak mengarah ke sana,” kata Hendra.
Sejauh ini sebanyak 20 saksi telah diperiksa. Jumlah tersebut bertambah dari sebelumnya 11 orang saksi.
Polda Jawa Barat juga masih membuka kemungkinan memeriksa saksi tambahan, termasuk warga sekitar yang diduga mengetahui aktivitas korban sebelum kejadian.
Sementara itu hasil autopsi menemukan adanya luka memar pada bagian belakang leher, sisi kiri dan kanan leher, serta luka pada bagian bibir dan hidung korban.
Polisi juga mengungkap tidak ditemukan lumpur maupun pasir di saluran pernapasan korban. Temuan tersebut menjadi bagian penting dalam penyelidikan untuk memastikan penyebab kematian.
Meski demikian, penyidik masih menunggu hasil pemeriksaan lanjutan, termasuk patologi anatomi, guna memastikan secara ilmiah penyebab kematian korban.
Hingga saat ini polisi mengaku masih mendalami sejumlah hipotesis terkait motif pembunuhan. Salah satu yang sedang ditelusuri adalah interaksi korban dengan beberapa pihak sebelum kejadian.
“Kami memiliki beberapa hipotesis dan semuanya masih terus didalami oleh penyidik,” ujar Hendra. (Ega Nugraha)


Tidak ada komentar