Warga Jatiluhur Heboh, Security PJT II Ditemukan Meninggal dalam Kondisi Janggal

2 menit membaca View : 54
King Nugraha
Headline, Kriminal - 25 Jul 2026

HALO PURWAKARTA – Warga di sekitar kawasan Waduk Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, digegerkan oleh penemuan jasad seorang pria pada Jumat (24/7/2026) sekitar pukul 10.00 WIB.

Korban diketahui bernama Sumarna, seorang petugas keamanan (security) yang bekerja di lingkungan Perum Jasa Tirta (PJT) II. Saat ditemukan, korban sudah dalam kondisi meninggal dunia.

Informasi yang dihimpun di lokasi kejadian menyebutkan, jasad korban ditemukan di kawasan perairan Waduk Jatiluhur oleh warga bersama petugas yang berada di sekitar lokasi.

Penemuan tersebut sontak mengundang perhatian masyarakat. Sejumlah warga yang mendatangi lokasi mengaku terkejut karena kondisi korban saat ditemukan dinilai tidak biasa.

Berdasarkan informasi yang beredar di lokasi, tangan korban disebut berada dalam kondisi terborgol. Selain itu, tubuh korban juga dikabarkan masih terasa hangat ketika pertama kali ditemukan sekitar pukul 10.00 WIB.

Temuan tersebut memunculkan berbagai spekulasi di tengah masyarakat. Namun hingga saat ini, penyebab pasti kematian korban masih belum dapat dipastikan.

Aparat kepolisian yang menerima laporan langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi.

Petugas juga melakukan serangkaian penyelidikan guna mengungkap kronologi lengkap peristiwa yang menyebabkan korban ditemukan meninggal dunia di kawasan waduk tersebut.

Panit Reskrim Polsek Jatiluhur, Iptu Jonson Sirait, SH, membenarkan adanya peristiwa penemuan jasad tersebut.

Meski demikian, pihak kepolisian belum dapat menyimpulkan penyebab kematian korban karena proses penyelidikan masih berlangsung.

“Masih dalam penyelidikan,” kata Jonson saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon.

Hingga berita ini ditulis, polisi masih melakukan pendalaman untuk memastikan penyebab kematian korban sekaligus menelusuri berbagai informasi yang berkembang di lapangan.

Masyarakat pun diimbau untuk tidak berspekulasi dan menunggu hasil penyelidikan resmi dari pihak kepolisian. (Ega Nugraha)

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *