Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Purwakarta, Sadiyah, M.Pd.,HALO PURWAKARTA – Keluhan sejumlah orang tua siswa terkait adanya iuran tambahan untuk pengadaan pendingin ruangan (AC) di SMP Negeri 1 Purwakarta mendapat tanggapan dari Dinas Pendidikan Kabupaten Purwakarta.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Purwakarta, Sadiyah, M.Pd., mengaku baru mengetahui informasi tersebut dan memastikan pihaknya akan menindaklanjutinya dengan meminta klarifikasi dari pihak terkait.
Menurut Sadiyah, sejauh yang ia ketahui, sekolah memang belum dapat melakukan pengadaan AC untuk seluruh ruang kelas menggunakan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).
“Setahu saya sekolah memang belum bisa pengadaan AC di semua kelas dari Dana BOS. Ini mungkin orang tua yang menginginkan anaknya belajar tidak kepanasan dan nyaman,” ujar Sadiyah saat kepada Halo Purwakarta, Sabtu (12/9/2026).
Ia menambahkan, apabila benar sudah ada pihak yang menyumbangkan AC namun masih terdapat permintaan iuran kepada orang tua siswa, maka Dinas Pendidikan akan memanggil dan mengumpulkan para orang tua siswa untuk memberikan pemahaman mengenai perbedaan iuran dan sumbangan.
“Kalau sudah ada yang menyumbang, Senin orang tua kelas tersebut jika benar akan kami kumpulkan untuk diberi pemahaman terkait iuran dan sumbangan,” katanya.
Sebelumnya, sejumlah orang tua siswa SMP Negeri 1 Purwakarta mengeluhkan adanya iuran tambahan yang dibebankan kepada siswa dengan nominal mencapai Rp180 ribu per anak. Keluhan tersebut disampaikan kepada akun media sosial Halo Purwakarta.
Menurut salah seorang pengadu yang meminta identitasnya dirahasiakan, sebelumnya para orang tua siswa telah melakukan urunan sebesar Rp75 ribu per siswa untuk kebutuhan kelas seperti pembelian kipas angin dan gorden.
Namun, setelah itu kembali muncul permintaan iuran sebesar Rp180 ribu per siswa yang disebut-sebut untuk pengadaan AC di salah satu ruang kelas.
“Dari awal kami sudah patungan untuk kipas dan gorden. Setelah itu diminta lagi Rp180 ribu per anak untuk AC,” ujar pengadu.
Selain itu, pengadu menyebut terdapat informasi bahwa ada pihak yang telah menyumbangkan AC untuk kelas tersebut. Karena itu, sejumlah orang tua mempertanyakan alasan masih adanya permintaan iuran tambahan.
Hingga berita ini diturunkan, belum diperoleh keterangan resmi dari pihak SMP Negeri 1 Purwakarta terkait keluhan yang disampaikan para orang tua siswa tersebut. (Ega Nugraha)


Tidak ada komentar