Wali Murid SMPN 1 Purwakarta Ngeluh Ada Pungutan Rp180 Ribu per Siswa untuk Beli AC

2 menit membaca View : 49
Lalan Nugraha
Gerbang Sekolah - 12 Sep 2026

HALO PURWAKARTA – Sejumlah orang tua siswa SMP Negeri 1 Purwakarta mengeluhkan adanya iuran tambahan yang dibebankan kepada siswa dengan nominal mencapai Rp180 ribu per anak. Keluhan tersebut disampaikan kepada akun media sosial Halo Purwakarta pada Sabtu (12/9/2026).

Menurut pengadu yang meminta identitasnya dirahasiakan, sebelumnya para orang tua siswa telah diminta melakukan urunan sebesar Rp75 ribu per siswa untuk kebutuhan kelas seperti pembelian kipas angin dan gorden.

Namun, tidak lama kemudian kembali muncul permintaan iuran tambahan sebesar Rp180 ribu per siswa yang disebut-sebut untuk pengadaan pendingin ruangan (AC) di salah satu kelas.

“Dari awal kami sudah patungan untuk kipas dan gorden. Setelah itu diminta lagi Rp180 ribu per anak untuk AC,” ujar pengadu kepada Halo Purwakarta.

Dalam tangkapan percakapan grup orang tua siswa yang diterima redaksi, disebutkan kebutuhan dana pengadaan AC mencapai Rp6.840.000 yang terdiri dari biaya pembelian AC, biaya pemasangan, serta kekurangan anggaran lainnya.

Nominal tersebut kemudian dibagi kepada 38 siswa sehingga setiap siswa diminta berkontribusi sekitar Rp180 ribu.

Namun, menurut pengadu, di tengah proses pengumpulan dana tersebut ternyata ada pihak yang menginfakkan satu unit AC untuk kelas tersebut.

“Alhamdulillah kemarin ada yang memberikan infak AC ke kelas. Tapi iuran Rp180 ribu tetap harus dibayar, katanya untuk keperluan kelas,” ungkapnya.

Pengadu mengaku mempertanyakan alasan iuran tersebut masih dipungut, mengingat AC yang sebelumnya menjadi alasan pengumpulan dana disebut sudah tersedia melalui donasi.

Selain itu, menurutnya kelas juga telah memiliki kas yang selama ini dikumpulkan dari siswa.

“Katanya uangnya nanti untuk keperluan kelas dan akan dirinci. Tapi kami mempertanyakan karena uang kas kelas juga ada,” katanya.

Keluhan semakin dirasakan oleh orang tua yang memiliki lebih dari satu anak bersekolah di SMPN 1 Purwakarta. Dengan nominal Rp180 ribu per siswa, beban yang harus dikeluarkan menjadi berlipat.

“Saya punya dua anak yang sekolah di SMPN 1 Purwakarta dan kebetulan satu kelas. Jadi terasa cukup berat,” ujarnya.

Dalam pesan yang beredar di grup orang tua siswa, pengurus kelas juga menyampaikan bahwa iuran tetap diberlakukan agar dianggap adil bagi orang tua yang sudah lebih dahulu membayar.

Bagi yang belum membayar, disebutkan diperbolehkan mencicil dan dana akan digunakan untuk berbagai kebutuhan kelas dengan rincian yang akan disampaikan kemudian.

Hingga berita ini diterbitkan, Halo Purwakarta masih berupaya meminta klarifikasi kepada pihak SMPN 1 Purwakarta terkait kebenaran informasi tersebut, mekanisme penggalangan dana yang dilakukan, serta penggunaan dana iuran yang dikeluhkan para wali murid.

Masyarakat yang memiliki informasi tambahan terkait persoalan ini dapat menyampaikannya kepada redaksi Halo Purwakarta untuk kepentingan konfirmasi dan keberimbangan informasi. (Ega Nugraha)

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
📢 Pengaduan HaloPWK
Halo Admin HaloPWK 👋
● Siap menerima pengaduan
Halo! 👋
Punya informasi, keluhan, atau pengaduan seputar Purwakarta? Silakan hubungi Admin HaloPWK melalui WhatsApp.
💬 Mulai Chat WhatsApp
Pengaduan HaloPWK