Dari Secangkir Kopi ke Peluang Bisnis, BTN Dorong Ekosistem Kopi Indonesia Naik Kelas

4 menit membaca View : 70
Lalan Nugraha
Headline - 07 Sep 2026

HaloPWK, JAKARTA – Secangkir kopi kini bukan sekadar teman bersantai. Di balik aroma dan cita rasanya, tersimpan peluang bisnis yang terus berkembang. Hal inilah yang coba didorong PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) melalui gelaran Indonesia Coffee Expo (ICX) 2026.

Rangkaian ICX 2026 resmi berakhir di Cendrawasih Hall, Jakarta International Convention Center (JICC), Minggu (6/9/2026). Meski pameran ditutup, BTN menilai momentum tersebut justru menjadi awal untuk memperkuat kolaborasi pelaku industri kopi dari hulu hingga hilir.

Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu mengatakan, ICX 2026 berhasil mempertemukan pelaku usaha, brand, barista, roaster, komunitas, konsumen hingga berbagai institusi dalam satu ekosistem.

“ICX 2026 boleh berakhir, tetapi kolaborasi kita untuk membawa kopi Indonesia naik kelas baru saja dimulai,” kata Nixon.

Menurutnya, koneksi yang terbangun selama ICX tidak boleh berhenti sebatas pertemuan atau transaksi di lokasi pameran. Koneksi tersebut harus dilanjutkan menjadi kerja sama nyata yang mampu membuka peluang bisnis baru sekaligus memperkuat pelaku usaha kopi.

“ICX 2026 menjadi starting point kolaborasi ekosistem kopi Indonesia. Pertemuan dan koneksi yang telah terbentuk ini perlu dilanjutkan menjadi kolaborasi nyata untuk membuka peluang baru, memperkuat pelaku usaha, dan bersama-sama memajukan ekosistem kopi Indonesia,” ujarnya.

Besarnya potensi industri kopi nasional terlihat dari antusiasme masyarakat selama ICX 2026 digelar di tiga kota, yakni Surabaya, Medan, dan Jakarta.

Di Surabaya, pameran mencatat lebih dari 16.500 pengunjung dengan sales volume sekitar Rp3 miliar. Sementara di Medan, jumlah pengunjung mencapai lebih dari 7.700 orang, dengan sales volume sekitar Rp1,5 miliar.

Adapun ICX Jakarta hingga Sabtu (5/9) telah mencatat sekitar 20.000 pengunjung, dengan sales volume mencapai Rp3,6 miliar.

Bagi Nixon, angka tersebut memperlihatkan bahwa kopi telah berkembang jauh melampaui statusnya sebagai komoditas.

“Angka-angka tersebut menunjukkan bahwa kopi telah berkembang menjadi sebuah ekosistem ekonomi yang mempertemukan experience, community, dan commerce,” tuturnya.

Indonesia sendiri memiliki modal besar untuk mengembangkan industri kopi. Kekayaan origin, kreativitas pelaku usaha, talenta barista dan roaster, merek lokal hingga budaya ngopi menjadi kekuatan yang dapat dikembangkan menjadi industri bernilai tambah.

Tantangannya kini adalah bagaimana menghubungkan seluruh kekuatan tersebut melalui kolaborasi, inovasi, serta digitalisasi.

BTN pun menyatakan ingin mengambil bagian dalam proses tersebut. Perseroan mendorong semakin banyak brand kopi lokal tumbuh menjadi brand nasional dan mampu menembus pasar global.

Melalui balé by BTN, dukungan juga diarahkan pada kemudahan transaksi dan digitalisasi. Bagi BTN, digitalisasi bukan hanya soal mengubah transaksi tunai menjadi digital, tetapi juga menciptakan pengalaman pengguna yang lebih mudah, aman, seamless, sekaligus membuka akses pasar yang lebih luas.

Nixon mengajak para pelaku industri yang terlibat dalam ICX 2026 tidak berhenti setelah pameran berakhir.

“Jangan hanya membawa pulang kopi. Bawa pulang koneksi baru, inspirasi baru, dan kolaborasi baru,” katanya.

Pesan tersebut menjadi penutup sekaligus penegasan bahwa ICX diharapkan mampu menjadi ruang bertemunya berbagai kepentingan dalam industri kopi, bukan sekadar ajang pameran.

Pada hari terakhir, ICX Jakarta 2026 juga diisi berbagai kegiatan interaktif, edukasi, kompetisi, hingga business networking.

Salah satunya adalah Brew Talks bersama Arutala Coffee bertajuk From Roastery to Market: Building a Coffee Brand that Consumers Choose. Sesi tersebut membahas perjalanan membangun brand kopi, mulai dari pengolahan biji hingga menjadi produk yang dipercaya konsumen.

Panggung ICX Jakarta juga semakin semarak dengan babak final Indonesia Barista Championship (IBC) Regional 1 Jakarta.

Enam finalis yang berhasil melaju ke babak puncak yakni I Putu Yoko Permana dari Anomali Coffee, Michelle Chandra sebagai kompetitor independen, Diazka Setya Prakasa dari Toko Kopi Tuku, Aga Muhammad dari Ahead Coffee and Roastery, Maximillian Periatna dari Ratio Coffee Brewers, serta Abednego Ivan Laoh dari Makmur Jaya Coffee Roaster.

Ketua Umum Specialty Coffee Association of Indonesia (SCAI) Daryanto Witarsa mengatakan, persaingan para finalis memperlihatkan kualitas peserta yang semakin matang.

“Enam finalis yang naik ke panggung hari ini sudah melalui seleksi yang ketat, dan yang kami lihat bukan cuma soal rasa, tapi bagaimana mereka bisa bercerita lewat kopi yang mereka sajikan. Ini yang membuat IBC tahun ini terasa lebih hidup,” ujar Daryanto.

Presiden Direktur Dyandra Promosindo Daswar Marpaung menambahkan, ICX Jakarta berhasil mempertemukan berbagai mata rantai industri kopi, mulai dari petani, roaster, barista, brand hingga penikmat kopi.

“Semangat yang kami lihat dari para barista muda, brand-brand kopi lokal, hingga animo pengunjung menunjukkan bahwa industri kopi Indonesia terus bergerak maju. Ini modal besar untuk membawa ekosistem kopi tanah air semakin kuat ke depannya,” katanya.

Rangkaian ICX Jakarta 2026 kemudian ditutup dengan Coffee Rave Party yang menghadirkan Moluccan Soul.

Dengan berakhirnya gelaran di Jakarta, tuntas pula rangkaian Indonesia Coffee Expo 2026 yang sebelumnya menyambangi Surabaya dan Medan.

Bukan lagi sekadar soal secangkir kopi, ICX 2026 membawa pesan bahwa kopi Indonesia punya peluang besar menjadi kekuatan ekonomi asal koneksi yang terbangun hari ini benar-benar dilanjutkan menjadi kolaborasi nyata.

HaloPWK

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
📢 Pengaduan HaloPWK
Halo Admin HaloPWK 👋
● Siap menerima pengaduan
Halo! 👋
Punya informasi, keluhan, atau pengaduan seputar Purwakarta? Silakan hubungi Admin HaloPWK melalui WhatsApp.
💬 Mulai Chat WhatsApp
Pengaduan HaloPWK