BTN Ubah Sampah Rumah Tangga Jadi Sumber Penghasilan, Waste Station Kini Hadir di Banyumas

3 menit membaca View : 16
Lalan Nugraha
INFO BTN - 05 Nov 2026

HaloPWK, PURWOKERTO – Tumpukan sampah kini bisa menjadi sumber penghasilan. PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN menghadirkan Waste Station di Alun-Alun Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Kamis (5/11/2026).

Program hasil kolaborasi BTN, Pemerintah Kabupaten Banyumas, dan Rekosistem ini memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk mengubah sampah anorganik menjadi uang yang bisa dicairkan melalui rekening BTN.

Direktur Commercial Banking BTN, Hermita, mengatakan, kehadiran Waste Station merupakan bagian dari strategi Beyond Mortgage. Melalui strategi tersebut, BTN tidak hanya berfokus pada pembiayaan rumah, tetapi juga membangun ekosistem yang mendukung kehidupan masyarakat.

“Sekarang BTN itu sudah Beyond Mortgage. Nah, Beyond Mortgage-nya itu kita bukan hanya mengelola rumah, tapi juga semua ekosistemnya,” ujar Hermita saat peresmian.

Menurutnya, pengelolaan sampah menjadi bagian penting dalam membangun lingkungan perumahan yang berkelanjutan. BTN juga membuka peluang kerja sama dengan pemerintah daerah, pengembang perumahan, dan perguruan tinggi untuk memperluas fasilitas pemilahan sampah.

BTN turut mendorong keterlibatan generasi muda dalam mengembangkan inovasi pengolahan sampah melalui pelatihan dan kerja sama dengan pelaku usaha.

“Jangan cuma kita memindahkan sampah, tapi mengelola sampah,” tegasnya.

Waste Station di Alun-Alun Purwokerto memiliki kapasitas pengumpulan rata-rata sekitar 4 ton sampah per bulan. Fasilitas ini beroperasi setiap Selasa hingga Minggu, pukul 09.00–18.00 WIB.

Masyarakat bisa menyetorkan berbagai sampah anorganik, seperti botol plastik, kardus, kertas, kaleng, kaca, hingga limbah elektronik melalui aplikasi Rekosistem.

Sampah yang disetorkan akan ditimbang dan dikonversi menjadi poin berdasarkan jenis serta beratnya. Poin tersebut kemudian dapat dicairkan menjadi uang melalui rekening BTN.

Sebelumnya, Waste Station BTN di Situbondo, Jawa Timur, telah mengumpulkan sekitar 6,8 ton sampah anorganik dengan melibatkan 32 pengguna.

Deputi Pengelolaan Sampah, Limbah dan B3 Kementerian Lingkungan Hidup, Vinda Damayanti Ansjar, mengatakan kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, perbankan, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan pengelolaan sampah.

Menurutnya, Banyumas telah memiliki sejumlah fasilitas pengolahan sampah, mulai dari TPST, TPST 3R, fasilitas RDF, hingga recycling center. Kehadiran Waste Station diharapkan memperkuat pengumpulan sampah terpilah agar dapat dimanfaatkan kembali oleh industri daur ulang.

Ia menegaskan, keberhasilan program tidak cukup hanya dilihat dari berdirinya fasilitas, tetapi juga dari jumlah masyarakat yang terlibat, volume sampah yang berhasil didaur ulang, serta manfaat ekonomi dan lingkungan yang dihasilkan.

Sementara itu, Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono, mengungkapkan bahwa timbulan sampah di wilayahnya mencapai sekitar 738 ton per hari.

Dari jumlah tersebut, sekitar 573 ton atau 77,76 persen telah terkelola. Sementara sekitar 164 ton per hari masih membutuhkan penanganan lebih lanjut.

Sadewo mengatakan, pemerintah daerah terus mendorong pengelolaan sampah dari tingkat rumah tangga melalui pemilahan, pemberdayaan kelompok swadaya masyarakat, serta penyediaan fasilitas pengolahan di desa dan kelurahan.

“Cara pandang kita terhadap sampah juga harus berubah. Sampah tidak boleh lagi hanya dipandang sebagai sesuatu yang harus dikumpulkan, diangkut lalu dibuang,” ujarnya.

Ia berharap Waste Station dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk memilah sampah sekaligus memperoleh manfaat ekonomi dari barang yang selama ini dianggap tidak bernilai.

“Mari kita jadikan pengelolaan sampah sebagai gerakan bersama untuk mewujudkan Banyumas yang bersih, sehat, produktif, dan berkelanjutan,” pungkasnya.

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
📢 Pengaduan HaloPWK
Halo Admin HaloPWK 👋
● Siap menerima pengaduan
Halo! 👋
Punya informasi, keluhan, atau pengaduan seputar Purwakarta? Silakan hubungi Admin HaloPWK melalui WhatsApp.
💬 Mulai Chat WhatsApp
Pengaduan HaloPWK