
HALO PURWAKARTA – Ada yang menarik dari lokasi yang dipilih BDx Data Centers untuk membangun kawasan pusat data berbasis kecerdasan buatan (AI) terbarunya.
Bukan di Jakarta maupun kawasan industri konvensional seperti Cikarang dan Karawang, perusahaan justru memilih Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat.
Lokasi tersebut berada sekitar lima kilometer dari Bendungan Jatiluhur, salah satu infrastruktur strategis yang selama puluhan tahun menjadi bagian penting dalam sistem penyediaan air dan energi di Jawa Barat.
BDx Data Centers resmi memulai pembangunan AI Campus 2 atau CGK4 di Jatiluhur pada Selasa (22/9/2026). Kawasan pusat data tersebut dirancang memiliki kapasitas hingga 640 megawatt (MW) dan dikembangkan secara bertahap selama sekitar tiga tahun.
Peletakan batu pertama proyek tersebut dihadiri Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dan Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein, bersama jajaran pimpinan BDx Data Centers dan BDx Indonesia.
Untuk mendukung operasionalnya, CGK4 telah mendapatkan dukungan kapasitas jaringan listrik sebesar 845 megavolt-ampere (MVA) dari PLN.
Kapasitas tersebut merupakan bagian dari total lebih dari 1,2 gigavolt-ampere (GVA) pasokan listrik yang telah diamankan BDx untuk kawasan pusat data siap-AI miliknya di Indonesia.
Yang membuat proyek di Jatiluhur semakin menarik adalah rencana BDx untuk menjajaki pemanfaatan energi rendah karbon, termasuk kemungkinan kerja sama pemanfaatan tenaga air bersama Perum Jasa Tirta II (PJT II).
Namun, skema tenaga air tersebut masih dalam tahap penjajakan. Saat ini CGK4 tetap mendapatkan pasokan listrik melalui PLN dalam sistem jaringan listrik nasional.
Dari sisi pembangunan, CGK4 direncanakan terdiri dari enam gedung. Gedung pertama saat ini sudah mulai dibangun dengan kapasitas IT mencapai 120 MW yang akan dikembangkan secara bertahap.
Fase pertama gedung tersebut ditargetkan mulai beroperasi pada awal 2027.
Pusat data ini juga menggunakan teknologi direct-to-chip liquid cooling, yang dirancang untuk menangani kepadatan komputasi tinggi hingga 500 kilowatt (kW) per rak.
Teknologi tersebut disiapkan untuk mendukung kebutuhan akselerator AI generasi sekarang maupun generasi berikutnya.
CGK4 sebelumnya telah memperoleh sertifikasi dalam program NVIDIA DGX-Ready Colocation Data Center pada April 2025.
BDx menyebut proyek tersebut telah menarik minat dari sejumlah hyperscaler, perusahaan teknologi global, penyedia cloud berbasis AI hingga perusahaan yang membutuhkan infrastruktur siap-AI di kawasan Asia Tenggara.
CEO BDx Data Centers Mayank Srivastava mengatakan CGK4 merupakan investasi jangka panjang untuk mendukung perkembangan infrastruktur digital dan AI di Indonesia.
Sementara itu, CEO BDx Indonesia Agus Hartono Wijaya menyebut pembangunan tersebut diharapkan turut mendukung pengembangan ekosistem AI di dalam negeri serta membuka peluang terciptanya pekerjaan dan nilai ekonomi jangka panjang di Jawa Barat. (Ega Nugraha)


Tidak ada komentar