Kebutuhan Rumah di Jateng Tembus 990 Ribu Unit, BTN Dorong Inovasi Hunian

4 menit membaca View : 19
Lalan Nugraha
INFO BTN - 21 Okt 2026

HALO PURWAKARTA – Kebutuhan rumah di Jawa Tengah yang mencapai sekitar 990.000 unit menjadi peluang sekaligus tantangan bagi industri perumahan. PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) pun mendorong lahirnya inovasi untuk menghadirkan hunian yang terjangkau, layak, nyaman, dan sesuai kebutuhan masyarakat.

Upaya tersebut dilakukan melalui roadshow BTN Housingpreneur Batch 3 di Universitas Diponegoro (Undip), Semarang, Senin (19/10/2026). Mengusung tema *Rumah Zaman Now: Jawab Kebutuhan, Wujudkan Kelayakan*, kegiatan ini melibatkan mahasiswa, akademisi, dan pelaku industri untuk mengembangkan ide serta solusi di sektor perumahan.

Regional Head BTN Kantor Wilayah Jawa Tengah dan DIY, Fitri Novianty R. Kusuma, mengatakan besarnya kebutuhan rumah di Jawa Tengah menunjukkan masih terbukanya peluang bisnis di sektor tersebut.

Menurutnya, pengembangan industri perumahan tidak cukup hanya berfokus pada pembangunan fisik rumah. Ekosistem perumahan juga mencakup desain, tata kota, material bangunan, konstruksi, teknologi, layanan digital, efisiensi energi, hingga pembiayaan.

“Ketika kita berbicara tentang perumahan, yang terbayang mungkin adalah rumah dan bangunan. Padahal, ekosistem housing jauh lebih luas,” ujar Fitri.

Dia menegaskan tantangan sektor perumahan saat ini adalah menghadirkan hunian yang tidak hanya memenuhi kebutuhan masyarakat, tetapi juga memiliki kualitas baik dan berkelanjutan.

“Tantangannya bukan hanya membangun lebih banyak rumah, tetapi bagaimana menghadirkan hunian yang terjangkau, berkualitas, dan berkelanjutan,” sambungnya.

Fitri menjelaskan, BTN terus memperluas bisnis melalui strategi *Beyond Mortgage*. Strategi ini tidak hanya berfokus pada penyaluran kredit pemilikan rumah (KPR), tetapi juga pengembangan ekosistem perumahan dan layanan digital.

Salah satu upaya transformasi digital tersebut diwujudkan melalui kehadiran Digital Store BTN KCP Karangayu di Semarang.

Melalui BTN Housingpreneur, pihaknya berharap mahasiswa dan pelaku usaha di Jawa Tengah mampu melahirkan ide-ide baru yang menjawab kebutuhan masyarakat. Salah satunya pengembangan kawasan hunian yang terintegrasi dengan berbagai fasilitas pendukung.

“Ide yang baik tidak harus langsung sempurna. Yang penting berangkat dari kebutuhan nyata dan memiliki manfaat,” katanya.

Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Undip, Prof. Dr.rer.nat. Heru Susanto, mengapresiasi penyelenggaraan BTN Housingpreneur. Menurutnya, program tersebut menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk memperluas wawasan sekaligus mengembangkan kompetensi di luar perkuliahan.

Heru menilai persaingan di era sekarang semakin bergantung pada penguasaan pengetahuan, teknologi, dan kemampuan menciptakan inovasi. Generasi muda pun perlu memiliki kompetensi lintas disiplin agar mampu menjawab tantangan yang semakin kompleks.

“Kompetisi itu sudah berubah dari resource-based menjadi knowledge and technology-based atau innovation. Jadi, siapa yang mempunyai inovasi, siapa kemudian yang mempunyai knowledge, itu yang akan memenangkan satu pertandingan atau kompetisi,” ujar Heru.

Dia menambahkan, inovasi perumahan perlu diarahkan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat, bukan sekadar menghasilkan bangunan fisik. Keterjangkauan, efisiensi energi, pemanfaatan teknologi, dan pengelolaan sumber daya menjadi sejumlah aspek yang perlu diperhatikan.

Dalam sesi *Inspiration Talk*, BTN menghadirkan sejumlah narasumber, yakni Guru Besar Departemen Perencanaan Wilayah dan Kota Fakultas Teknik Undip, Prof. Dr. Sunarti; Vice Chancellor MarkPlus Institute, Dr. Jacky Mussry; Founder SPOA Architecture & Smiljan Space, Rahmat Indrani; serta Direktur PT Andalusia Intra Teknologi (GridSolr), Hamdan Wahyudi, yang merupakan peraih juara ketiga BTN Housingpreneur 2025.

Sunarti menjelaskan, kelayakan hunian tidak bisa hanya dinilai dari kondisi bangunan. Aspek lingkungan sosial, kondisi alam, infrastruktur, aksesibilitas, serta kebutuhan penghuni juga harus menjadi pertimbangan.

“Layak itu kita tidak hanya layak melihat dari single building-nya, tapi layak harus dalam satu kawasan,” kata Sunarti.

Menurutnya, kebutuhan hunian masyarakat berbeda-beda bergantung pada karakter wilayah dan kemampuan ekonomi. Hunian vertikal dengan ukuran lebih kecil cenderung menjadi pilihan di pusat kota, sedangkan rumah tapak masih diminati di kawasan pinggiran.

Perbedaan karakteristik tersebut perlu menjadi pertimbangan dalam merancang inovasi perumahan agar solusi yang ditawarkan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Diskusi dalam BTN Housingpreneur di Semarang juga membahas desain rumah yang efisien dan fungsional, perubahan kebutuhan konsumen, teknologi *smart home*, serta penggunaan material dan energi secara lebih efisien.

BTN Housingpreneur Batch 3 membuka kesempatan bagi mahasiswa, masyarakat umum, pengembang perumahan atau developer, serta pelaku usaha untuk mengikuti kompetisi inovasi di sektor perumahan.

Kompetisi ini terbagi menjadi dua kelompok, yakni *Business Ideation* dan *Established Business*.

Pada kelompok *Business Ideation*, peserta dapat mengikuti kategori Rumah Nusantara, Housing Design, dan Housing Innovation. Sementara itu, kelompok *Established Business* mencakup kategori Rumah Nusantara, Housing Ecosystem, Housing Tech, Housing Design, Affordable Housing, dan Commercial Housing.

Pendaftaran dibuka mulai 28 September hingga 30 November 2026. Setelah itu, peserta akan melalui tahapan *Initial Screening*, *Business & Idea Evaluation*, hingga *Live Pitching* untuk menentukan finalis.

Rangkaian program dijadwalkan berlanjut hingga awal 2027 dan mencapai puncaknya dalam BTN Expo.

Melalui program ini, BTN berharap Jawa Tengah dan DIY tidak hanya menjadi pasar potensial bagi industri perumahan, tetapi juga berkembang sebagai pusat lahirnya inovasi hunian dan peluang bisnis baru.

Informasi lengkap mengenai kompetisi dan pendaftaran BTN Housingpreneur Batch 3 dapat diakses melalui situs resmi www.btnhousingpreneur.com. (Ega Nugraha)

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
📢 Pengaduan HaloPWK
Halo Admin HaloPWK 👋
● Siap menerima pengaduan
Halo! 👋
Punya informasi, keluhan, atau pengaduan seputar Purwakarta? Silakan hubungi Admin HaloPWK melalui WhatsApp.
💬 Mulai Chat WhatsApp
Pengaduan HaloPWK