BTN Kaji Buyback Saham di Tengah Dinamika Pasar Modal

2 menit membaca View : 22
King Nugraha
Headline, INFO BTN - 20 Okt 2026

HALO PURWAKARTA – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) tengah mengkaji opsi pembelian kembali saham atau share buyback di tengah dinamika pasar modal domestik. Langkah ini dipertimbangkan sebagai salah satu alternatif aksi korporasi untuk mendukung kepentingan perusahaan dan menciptakan nilai tambah jangka panjang bagi pemegang saham.

Direktur Utama BTN Nixon L.P. Napitupulu mengatakan, pergerakan harga saham perlu dilihat secara menyeluruh dengan mempertimbangkan fundamental bisnis, prospek pertumbuhan, serta transformasi yang tengah dijalankan perseroan.

“Kami terus mencermati perkembangan pasar modal dan berbagai dinamika yang terjadi saat ini. Sebagai perusahaan terbuka, BTN senantiasa mengevaluasi berbagai opsi strategis yang dapat mendukung kepentingan Perseroan dalam jangka panjang, termasuk kemungkinan pelaksanaan pembelian kembali saham atau buyback,” ujar Nixon dalam keterangan tertulis, Selasa (20/10/2026).

Menurut Nixon, kajian buyback mencakup sejumlah aspek penting, mulai dari kondisi keuangan, kecukupan permodalan, kebutuhan pendanaan untuk ekspansi bisnis, hingga kepatuhan terhadap ketentuan regulator.

Dia menegaskan, opsi buyback masih dalam tahap kajian. Perseroan juga mempertimbangkan kemungkinan pemanfaatan saham hasil pembelian kembali sesuai kebutuhan perusahaan.

“Buyback merupakan salah satu opsi yang sedang kami kaji, termasuk terkait dengan potensi pemanfaatan saham hasil pembelian kembali untuk peruntukan tertentu sesuai dengan kebutuhan Perseroan. Tentunya, setiap keputusan akan dilakukan secara terukur dengan mempertimbangkan kondisi keuangan, kecukupan modal, serta kepentingan seluruh pemegang saham,” kata Nixon.

BTN sebelumnya pernah menyiapkan dana sebesar Rp 275 miliar untuk rencana pembelian kembali saham melalui pasar sekunder pada 2020. Saat itu, pasar modal menghadapi tekanan akibat pandemi COVID-19.

Pengalaman tersebut menjadi salah satu referensi bagi perseroan dalam mengevaluasi alternatif aksi korporasi dengan memperhatikan kondisi pasar dan kebutuhan perusahaan.

Meski mengkaji opsi buyback, BTN menegaskan tetap memprioritaskan penguatan fundamental bisnis, peningkatan kinerja, serta pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan.

Perseroan juga terus membidik peluang di sektor pembiayaan perumahan yang dinilai masih memiliki potensi besar. Upaya tersebut sejalan dengan dukungan BTN terhadap Program 3 Juta Rumah serta transformasi bisnis menuju beyond mortgage, yakni pengembangan layanan di luar pembiayaan kredit pemilikan rumah.

“Fokus utama kami tetap pada penguatan fundamental dan pertumbuhan bisnis yang berkualitas. Kami melihat peluang pertumbuhan sektor perumahan nasional masih sangat besar, dan BTN akan terus memperkuat kapabilitas bisnis serta layanan untuk menangkap peluang tersebut secara optimal,” tutur Nixon.

BTN menyatakan akan menyampaikan informasi lebih lanjut kepada publik apabila terdapat keputusan mengenai pelaksanaan buyback. Setiap keputusan akan mengacu pada ketentuan keterbukaan informasi dan peraturan yang berlaku. (Ega Nugraha)

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
📢 Pengaduan HaloPWK
Halo Admin HaloPWK 👋
● Siap menerima pengaduan
Halo! 👋
Punya informasi, keluhan, atau pengaduan seputar Purwakarta? Silakan hubungi Admin HaloPWK melalui WhatsApp.
💬 Mulai Chat WhatsApp
Pengaduan HaloPWK