Laba BTN Tembus Rp2,51 Triliun hingga Juli 2026, Program Sosial Perbaikan Rumah Terus Diperluas

3 menit membaca View : 54
King Nugraha
Headline, Nasional - 25 Agu 2026

HALO PURWAKARTA – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) mencatatkan kinerja positif sepanjang tujuh bulan pertama 2026. Bersama entitas anaknya, Bank Syariah Nasional (BSN), BTN membukukan laba bersih konsolidasi sebesar Rp2,51 triliun hingga Juli 2026 atau tumbuh 39,79 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang sebesar Rp1,80 triliun.

Peningkatan laba tersebut ditopang oleh pertumbuhan pendapatan bunga bersih (Net Interest Income/NII) dan penguatan fungsi intermediasi. Berdasarkan laporan keuangan bulanan konsolidasi, pendapatan bunga bersih BTN mencapai Rp9,70 triliun, naik 5,23 persen secara tahunan dibandingkan Rp9,21 triliun pada Juli 2025.

Di sisi lain, beban bunga berhasil ditekan menjadi Rp9,45 triliun atau turun 12,08 persen dibandingkan Rp10,75 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Kondisi tersebut mendorong laba operasional konsolidasi BTN meningkat signifikan menjadi Rp3,24 triliun, tumbuh 43,12 persen secara tahunan.

Dari sisi penyaluran kredit, BTN mencatat total kredit dan pembiayaan konsolidasi sebesar Rp421,66 triliun hingga Juli 2026. Angka tersebut meningkat 11,88 persen dibandingkan posisi Juli 2025 yang mencapai Rp376,89 triliun.

Sementara itu, dana pihak ketiga (DPK) konsolidasi BTN mencapai Rp455,27 triliun atau tumbuh sekitar 13,58 persen dibandingkan Rp400,83 triliun pada periode yang sama tahun lalu. DPK tersebut terdiri dari giro sebesar Rp167,85 triliun, tabungan Rp45,95 triliun, dan deposito Rp241,47 triliun.

Direktur Utama BTN, Nixon L.P. Napitupulu, mengatakan capaian tersebut merupakan hasil dari proses transformasi yang dijalankan perusahaan secara konsisten selama lebih dari satu dekade. Transformasi itu membawa BTN tidak hanya sebagai bank spesialis pembiayaan perumahan, tetapi juga menuju penguatan ekosistem layanan keuangan yang lebih terintegrasi.

Menurut Nixon, pertumbuhan bisnis yang dicapai BTN harus berjalan seiring dengan peningkatan manfaat bagi masyarakat.

“Bagi BTN, pertumbuhan bukan hanya tentang bagaimana kami memperkuat bisnis, tetapi juga bagaimana kehadiran BTN dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat dan lingkungan. Semakin kuat BTN bertumbuh, semakin besar pula manfaat yang ingin kami hadirkan bagi masyarakat, terutama dalam ekosistem perumahan yang menjadi DNA BTN,” ujarnya.

Sebagai bagian dari komitmen sosial perusahaan, BTN bersama Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) menjalankan program Rumah Bersih, Keuangan Bersih. Pada 2026, program tersebut menargetkan perbaikan 20 Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) milik keluarga prasejahtera yang tersebar di Kabupaten Lebak, Cianjur, Sukabumi, dan Purworejo.

Program tersebut merupakan kelanjutan dari kolaborasi BTN dan PPATK pada 2025 yang sebelumnya telah memperbaiki 15 rumah warga. Dengan tambahan program tahun ini, total 35 rumah telah direnovasi dalam dua tahun terakhir.

BTN menegaskan akan terus memperluas berbagai program sosial dan lingkungan yang sejalan dengan penguatan ekosistem perumahan nasional. Perseroan menilai keberlanjutan tidak hanya diukur dari pertumbuhan bisnis, tetapi juga dari dampak nyata yang dirasakan masyarakat.

“Kami percaya membangun rumah berarti membangun kehidupan. Karena itu, pertumbuhan BTN harus memberikan dampak yang dapat dirasakan masyarakat. Kami akan terus mendorong berbagai inisiatif yang memberikan manfaat nyata dan berkelanjutan, sejalan dengan peran BTN dalam membangun ekosistem perumahan nasional,” kata Nixon. (Ega Nugraha)

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
📢 Pengaduan HaloPWK
Halo Admin HaloPWK 👋
● Siap menerima pengaduan
Halo! 👋
Punya informasi, keluhan, atau pengaduan seputar Purwakarta? Silakan hubungi Admin HaloPWK melalui WhatsApp.
💬 Mulai Chat WhatsApp
Pengaduan HaloPWK