Mahasiswa KPPM STIE Wikara bersama narasumber, aparatur pemerintah, kepala sekolah, dan peserta usai kegiatan sosialisasi Bank Sampah dan Sekolah Adiwiyata di Aula Desa Cileunca, Kecamatan Bojong, Kabupaten Purwakarta, Kamis (2/7/2026).HALO PURWAKARTA – Mahasiswa STIE Wikara yang tergabung dalam Kelompok 8 Kuliah Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat (KPPM) menggelar sosialisasi tentang Bank Sampah dan Sekolah Adiwiyata di Aula Desa Cileunca, Kecamatan Bojong, Kabupaten Purwakarta, Kamis (2/7/2026).
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga lingkungan sekaligus mengelola sampah agar memiliki nilai ekonomi.
Sosialisasi tersebut dihadiri Camat Bojong Dede Iskandar, Kepala Desa Cileunca beserta perangkat desa, Bhabinkamtibmas Bripka Koko Juliani, Ketua BPD H. Aceng Sumarna, para ketua RW dan RT, Karang Taruna, kepala sekolah, serta perwakilan pelajar dari berbagai jenjang pendidikan di Desa Cileunca.
Koordinator Desa KPPM Kelompok 8 STIE Wikara, Muhamad Falaq, mengatakan program ini diharapkan dapat menjadi solusi dalam mengatasi persoalan sampah di lingkungan masyarakat.
Menurutnya, sampah tidak hanya menjadi masalah lingkungan, tetapi juga dapat memberikan manfaat ekonomi jika dikelola dengan baik melalui sistem bank sampah.
“Kami ingin mengajak masyarakat melihat sampah sebagai sesuatu yang memiliki nilai. Dengan pengelolaan yang tepat, sampah bisa memberikan manfaat sekaligus menjaga kebersihan lingkungan,” ujarnya.
Program tersebut mendapat dukungan dari Pemerintah Desa Cileunca. Kepala Desa Cileunca menyatakan siap membantu dan memfasilitasi keberlanjutan program pengelolaan sampah mandiri di wilayahnya.
Sementara itu, Camat Bojong Dede Iskandar berharap program yang digagas mahasiswa STIE Wikara dapat terus berjalan dan menjadi contoh bagi desa-desa lain di Kecamatan Bojong.
“Diharapkan Desa Cileunca bisa menjadi percontohan dalam pengelolaan lingkungan yang baik dan berkelanjutan,” katanya.
Dalam kegiatan tersebut, Direktur Utama Bank Sampah Latanza, Hj. Iis Sugianti, memberikan materi mengenai ekonomi sirkular dan pengelolaan bank sampah.
Ia menjelaskan cara memilah sampah rumah tangga yang nantinya dapat ditabung dan memiliki nilai ekonomi bagi masyarakat.
Selain itu, Kepala Bidang Penaatan dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup Kabupaten Purwakarta, Iwan Sobarna, memaparkan materi tentang Sekolah Adiwiyata.
Ia menekankan pentingnya menanamkan kepedulian terhadap lingkungan sejak usia dini melalui lingkungan sekolah yang bersih, sehat, dan hijau.
Menurutnya, sekolah memiliki peran penting dalam membentuk karakter generasi muda agar lebih peduli terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan.
Kegiatan ditutup dengan penyerahan plakat kepada para narasumber serta sesi foto bersama yang diikuti mahasiswa, aparatur pemerintah, kepala sekolah, dan seluruh peserta yang hadir. (ABerry Sugianto)


Tidak ada komentar