Tangkapan layar curhat istri buruh ke Halo PurwakartaHALO PURWAKARTA – Sebuah pengaduan yang dikirimkan warga melalui platform Halo Purwakarta mendadak menjadi sorotan publik. Seorang perempuan mengaku resah dengan kondisi kerja yang dialami suaminya yang telah mengabdi lebih dari delapan tahun di sebuah CV yang disebut berada di lingkungan perusahaan Indorama.
Dalam pesan yang dikirimkan kepada admin Halo Purwakarta, perempuan berinisial RH itu meminta agar keluhannya dipublikasikan. Ia berharap persoalan yang dialami suaminya dapat diketahui pihak berwenang hingga mendapat perhatian dari Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.
Menurut pengakuannya, suaminya selama ini menerima upah yang dinilai masih jauh dari standar Upah Minimum Regional (UMR). Padahal, kata dia, masa kerja suaminya sudah berlangsung lebih dari delapan tahun.
Tak hanya menyoroti persoalan gaji, ia juga mengungkapkan besaran Tunjangan Hari Raya (THR) yang diterima suaminya dalam beberapa tahun terakhir. Berdasarkan keterangannya, THR yang diterima justru mengalami penurunan dibanding tahun-tahun sebelumnya.
Ia menyebut sekitar tiga tahun lalu suaminya masih menerima THR sebesar Rp500 ribu. Namun pada tahun berikutnya jumlah tersebut turun menjadi Rp300 ribu. Sementara tahun lalu nominal yang diterima disebut berada di angka Rp400 ribu.
Keluhan lain yang disampaikan berkaitan dengan kenaikan gaji tahunan yang menurutnya sangat kecil. Ia mengaku penambahan upah yang diterima suaminya hanya berkisar Rp2.500 hingga Rp5.000.
“Suami saya bekerja sudah delapan tahunan lebih,” tulisnya dalam pengaduan tersebut.
Selain itu, RH juga menyoroti soal kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan. Ia mengaku fasilitas tersebut baru dimiliki suaminya pada Juni tahun ini.
Meski demikian, ia mengklaim bahwa pembayaran BPJS tersebut belum sepenuhnya ditanggung oleh pihak perusahaan sebagaimana yang diharapkan pekerja.
Dalam pesannya, perempuan tersebut menegaskan bahwa dirinya bukan tidak bersyukur atas pekerjaan yang dimiliki suaminya. Namun ia berharap ada keadilan bagi para pekerja yang telah lama mengabdikan diri.
RH juga mengaku sebenarnya merasa khawatir menyampaikan persoalan tersebut ke publik. Ia takut pengaduan yang dibuatnya justru berdampak pada status pekerjaan sang suami.
Menurutnya, mencari pekerjaan saat ini bukan perkara mudah. Karena itu ia berharap identitas keluarganya tetap terlindungi dan persoalan yang disampaikan bisa mendapatkan perhatian tanpa menimbulkan konsekuensi buruk bagi suaminya.
Pengaduan tersebut kemudian direspons oleh admin Halo Purwakarta dengan menyatakan kesediaan untuk mempublikasikannya.
Hingga kini belum ada tanggapan resmi dari pihak perusahaan yang disebut dalam pengaduan tersebut. Karena itu seluruh informasi yang beredar masih berupa pengakuan dari pengirim pesan dan memerlukan verifikasi lebih lanjut dari pihak terkait.
Warganet pun mulai ramai memberikan tanggapan setelah unggahan tersebut beredar di media sosial. Sebagian meminta instansi ketenagakerjaan turun tangan untuk melakukan pengecekan, sementara lainnya berharap ada klarifikasi dari perusahaan agar persoalan menjadi terang dan tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat.
Redaksi Halo Purwakarta akan terus berupaya menghimpun keterangan dari berbagai pihak untuk memastikan fakta-fakta yang disampaikan dalam pengaduan tersebut. (Ega Nugraha)


Tidak ada komentar