Setelah 7 Hari Dicari, Pemuda Asal Subang Ditemukan Meninggal di Waduk Jatiluhur

2 menit membaca View : 47
King Nugraha
Headline, Peristiwa - 25 Jul 2026

HALO PURWAKARTA – Penantian panjang keluarga Riyanto akhirnya berakhir. Setelah tujuh hari dilakukan pencarian secara intensif, pemuda berusia 21 tahun yang dilaporkan tenggelam di kawasan Waduk Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

Korban diketahui bernama Riyanto (21), warga Dusun Karangmulya RT 01 RW 05, Desa Blanakan, Kecamatan Blanakan, Kabupaten Subang.

Tim SAR Gabungan menemukan korban pada hari ketujuh operasi pencarian. Informasi penemuan tersebut diterima Basarnas bersama unsur SAR lainnya pada Rabu malam, 22 Juli 2026, sekitar pukul 22.27 WIB.

Kepala Kantor SAR Bandung, Ade Dian Permana, menjelaskan bahwa setelah menerima laporan adanya temuan jenazah, tim segera bergerak menuju lokasi yang diinformasikan.

Titik penemuan berada sekitar 100 meter dari lokasi awal korban diduga tenggelam. Setelah dipastikan, petugas langsung melakukan proses evakuasi yang berlangsung pada Kamis dini hari, 23 Juli 2026, sekitar pukul 00.10 WIB.

Selanjutnya, jenazah korban dibawa ke RSUD Bayu Asih Purwakarta untuk menjalani proses identifikasi.

Hasil pemeriksaan memastikan bahwa jenazah yang ditemukan merupakan Riyanto, pemuda yang sebelumnya dilaporkan hilang di perairan Waduk Jatiluhur.

Kabar tersebut sekaligus mengakhiri harapan pencarian yang selama sepekan dilakukan tanpa henti oleh puluhan personel SAR dari berbagai instansi.

Setelah identitas korban dipastikan, jenazah kemudian diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan sesuai prosedur yang berlaku.

“Dengan ditemukannya korban dan telah dipastikan identitasnya oleh pihak keluarga, Operasi SAR resmi ditutup. Seluruh unsur SAR Gabungan dikembalikan ke instansi masing-masing,” ujar Ade Dian Permana.

Sebelum operasi dinyatakan selesai, seluruh personel mengikuti briefing penutupan, debriefing, serta evaluasi pelaksanaan operasi pencarian dan pertolongan yang telah berlangsung selama tujuh hari.

Operasi SAR tersebut melibatkan sedikitnya 71 personel dari berbagai unsur. Mereka berasal dari Basarnas, Satpolairud Purwakarta, Brimob Polda Jawa Barat, BPBD Purwakarta, BPBD Subang, Damkar Purwakarta, Satpel ASDP, IEA Purwakarta, SAR MTA, BRIGANA KSPSI, Sinergi Kemanusiaan Purwakarta, Katana Rescue Karawang, Bushcraft Purwakarta, UAR, Scout Rescue Purwakarta, SAR Unpad Bandung, hingga RKP.

Dalam proses pencarian, tim juga mengerahkan sejumlah peralatan pendukung, di antaranya LCR, River Boat, Rescue Carrier, serta kendaraan operasional lainnya untuk menyisir area waduk.

Kerja sama lintas instansi tersebut menjadi bagian penting dalam upaya pencarian korban hingga akhirnya berhasil ditemukan, meski dalam kondisi meninggal dunia.

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk selalu meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di kawasan perairan, termasuk waduk dan danau yang memiliki risiko kecelakaan cukup tinggi. (King)

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *