10 Warga Purwakarta Terlantar di Hutan Kalimantan Utara: Kerja Proyek, Pemborongnya Kabur

3 menit membaca View : 121
King Nugraha
Headline, Peristiwa - 19 Agu 2026

HALO PURWAKARTA – Sebanyak 10 warga asal Kecamatan Pasawahan Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, mengaku terlantar setelah bekerja dalam sebuah proyek bangunan di Kabupaten Tana Tidung, Kalimantan Utara. Mereka menyebut pembayaran yang diterima tidak sesuai dengan yang diharapkan.

Salah seorang pekerja, Dadang Permana, warga Desa Tanjungsari, Kecamatan Pasawahan, Kabupaten Purwakarta, menyampaikan kondisi tersebut melalui sebuah video yang dikirimkan kepada Halo Purwakarta,Rabu (19/8/2026).

Dalam video tersebut, Dadang meminta bantuan kepada Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein (Om Zein) agar dirinya bersama rekan-rekannya mendapat pertolongan untuk keluar dari kondisi yang mereka alami.

“Saya warga Purwakarta, Kabupaten Purwakarta, minta bantuannya kepada Bapak Bupati Purwakarta,” kata Dadang dalam video.

Dadang menyebut dirinya saat itu berada di Kabupaten Tana Tidung, tepatnya di Kecamatan Betayau, Desa Kujau, Kalimantan Utara.

Ia mengatakan dirinya bersama sejumlah warga Purwakarta bekerja dalam proyek bangunan. Namun, persoalan pembayaran kemudian membuat mereka berada dalam kondisi sulit.

“Saya bekerja di bangunan, tapi gaji yang tidak sesuai dengan harapan kami semua yang berada di Kalimantan Utara ini,” ujarnya.

Dadang berharap pemerintah daerah dapat membantu dirinya bersama rekan-rekannya yang kini kesulitan untuk kembali pulang.

“Kiranya Bapak Bupati Purwakarta sudilah menolong kami semua dengan apa pun caranya,” katanya.

Sudah Hampir Dua Bulan di Kalimantan

Informasi dari pihak keluarga menyebut Dadang dan rekan-rekannya sudah hampir dua bulan berada di Kalimantan Utara.

Kondisi mereka semakin sulit setelah mandor yang disebut bertanggung jawab terhadap pekerjaan tersebut pergi meninggalkan lokasi.

Akibatnya, para pekerja disebut tidak memiliki kepastian mengenai pembayaran pekerjaan maupun kepulangan mereka ke Purwakarta.

Saat ini mereka berupaya mencari jalan keluar dengan menuju kawasan yang lebih ramai.

Keluarga menyebut para pekerja bahkan harus ikut kendaraan yang melintas agar bisa mencapai kota.

“Mereka sekarang ikut-ikut mobil supaya bisa ke kota,” kata pihak keluarga.

Kondisi komunikasi juga sempat menjadi kendala. Lokasi tempat mereka berada disebut sulit mendapatkan jaringan telepon.

Namun, pada Rabu (19/8/2026), kondisi jaringan mulai memungkinkan mereka berkomunikasi setelah berada lebih dekat dengan kawasan kota.

“Susahlah sinyal. Alhamdulillah sekarang sudah agak di kota, jadi ada sinyal,” ujarnya.

Minta Bantuan Pemerintah

Dalam video berdurasi sekitar satu menit tersebut, Dadang secara khusus menyampaikan permohonan bantuan kepada Bupati Purwakarta.

Ia berharap pemerintah dapat membantu memfasilitasi penyelesaian persoalan yang dialami para pekerja tersebut, termasuk membantu mereka agar dapat kembali ke daerah asal.

Hingga informasi ini disampaikan, keterangan yang tersedia berasal dari Dadang dan pihak keluarganya. Belum terdapat keterangan dari pihak mandor maupun pihak perusahaan atau pemberi kerja terkait dugaan ketidaksesuaian pembayaran dan keberadaan para pekerja tersebut.

Pihak keluarga berharap persoalan tersebut segera mendapat perhatian agar 10 warga Purwakarta yang berada di Kalimantan Utara dapat memperoleh kepastian dan kembali pulang ke kampung halaman. (Ega Nugraha)

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
📢 Pengaduan HaloPWK
Halo Admin HaloPWK 👋
● Siap menerima pengaduan
Halo! 👋
Punya informasi, keluhan, atau pengaduan seputar Purwakarta? Silakan hubungi Admin HaloPWK melalui WhatsApp.
💬 Mulai Chat WhatsApp
Pengaduan HaloPWK