Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein (Om Zein) saat sidak ke proyek hotmix jalan di Desa CitalangHALO PURWAKARTA – Temuan Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein atau Om Zein saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) proyek jalan hotmix di Desa Citalang, Kecamatan Purwakarta, mendapat sorotan dari Direktur Alexa Corruption Watch (ACW), Risang Frihatnadi.
Risang meminta Pemerintah Kabupaten Purwakarta tidak berhenti pada sidak semata, melainkan menindaklanjuti temuan tersebut dengan pemeriksaan menyeluruh terhadap kontraktor maupun pihak pengawas proyek.
Menurutnya, apabila terbukti terdapat pekerjaan yang tidak sesuai spesifikasi teknis, kontraktor pelaksana harus diberikan sanksi tegas hingga dimasukkan ke dalam daftar hitam atau blacklist.
“Kalau terbukti pekerjaan tidak sesuai spesifikasi dan merugikan masyarakat, kontraktornya harus diblacklist. Jangan sampai kontraktor yang sama kembali mendapatkan proyek yang dibiayai uang rakyat,” kata Risang, Senin (31/8/2026).
Desakan itu muncul setelah Om Zein menemukan sejumlah kejanggalan saat memeriksa langsung proyek hotmix di Desa Citalang. Dalam sidak tersebut, Om Zein mempertanyakan ketebalan lapisan hotmix, volume material yang digunakan, hingga dokumen pendukung pengiriman material.
Bahkan, di hadapan pengawas proyek, Om Zein secara terbuka mengungkapkan kekecewaannya terhadap kualitas pekerjaan yang dinilai jauh dari harapan.
“Kasihan masyarakat sudah lama menunggu jalan bagus. Setelah kita anggarkan dan dikerjakan, hasilnya malah terkesan asal-asalan,” ujar Om Zein.
Ia juga menegaskan bahwa dirinya tidak bermaksud mempermalukan siapa pun. Namun, sebagai kepala daerah, ia merasa bertanggung jawab memastikan setiap anggaran pembangunan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Saya bukan bermaksud mempermalukan siapa. Tapi saya sedih. Demi Tuhan saya sedih. Kita cari uang untuk pembangunan itu susah. Masyarakat sudah lama menunggu jalan yang bagus, jangan sampai hasilnya mengecewakan,” tegasnya.
Dalam sidak tersebut, Om Zein sempat meminta pengawas proyek memberikan penilaian secara jujur terkait kondisi pekerjaan di lapangan. Setelah dilakukan pengecekan, pengawas mengakui tidak yakin seluruh bagian jalan memiliki ketebalan lapisan hotmix sesuai spesifikasi yang ditetapkan.
Selain itu, Om Zein juga menyoroti perencanaan pekerjaan yang dinilai tidak memperhatikan kondisi eksisting jalan. Ia menemukan ketebalan lapisan yang tidak merata antara bagian tengah dan sisi jalan.
“Kalau sisi jalan tipis, tengahnya tebal, berarti leveling dan perencanaannya tidak dibereskan dengan baik. Jangan kerja mendadak. Semua harus direncanakan dengan matang,” kata Om Zein.
Menanggapi temuan tersebut, Risang menilai pernyataan Om Zein menunjukkan adanya komitmen untuk menjaga kualitas pembangunan. Namun, menurutnya komitmen itu harus dibarengi langkah konkret berupa audit teknis dan pemberian sanksi kepada pihak yang bertanggung jawab.
“Jangan hanya berhenti pada sidak dan teguran. Harus ada efek jera. Bila terbukti ada penyimpangan kualitas pekerjaan, kontraktor maupun pihak yang lalai dalam pengawasan harus dimintai pertanggungjawaban,” ujarnya.
ACW juga meminta Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) dan instansi terkait melakukan pemeriksaan independen terhadap proyek tersebut, termasuk menelusuri kesesuaian volume material, spesifikasi teknis, serta proses pengawasan yang berlangsung selama pekerjaan.
Menurut Risang, langkah tegas diperlukan agar proyek infrastruktur di Purwakarta benar-benar menghasilkan kualitas yang baik dan tidak merugikan masyarakat sebagai penerima manfaat pembangunan.
“Jalan dibangun untuk masyarakat dan menggunakan uang rakyat. Karena itu kualitasnya harus dijaga. Jika ada kontraktor nakal, jangan ragu untuk blacklist agar menjadi pelajaran bagi pelaksana proyek lainnya,” pungkasnya. (Ega Nugraha)


Tidak ada komentar