Dedi Mulyadi Siap Bangun Rumah Satpam PJT II yang Tewas di Waduk Jatiluhur, Pendidikan Anak Ditanggung hingga Kuliah

3 menit membaca View : 197
King Nugraha
Headline, Kriminal - 31 Jul 2026

HALO PURWAKARTA – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi bertemu langsung dengan keluarga almarhum Sumarna, petugas keamanan (security) PJT II Purwakarta yang ditemukan meninggal dunia di kawasan Waduk Jatiluhur.

Dalam pertemuan tersebut, Dedi Mulyadi menyampaikan sejumlah langkah yang akan dilakukan untuk memastikan masa depan keluarga almarhum tetap terjamin, termasuk pengelolaan santunan, perbaikan rumah, hingga pembiayaan pendidikan anak-anaknya.

Dedi mengatakan seluruh dana yang diterima keluarga almarhum sebaiknya dikelola secara bijak untuk kepentingan jangka panjang.

“Saya menyarankan seluruh uangnya didepositokan untuk masa depan,” ujar Dedi Mulyadi dalam keterangannya, Jumat (31/7/2026).

Selain itu, ia memastikan perbaikan rumah keluarga almarhum akan segera direalisasikan sesuai amanat yang pernah disampaikan oleh Sumarna semasa hidupnya.

“Perbaikan rumahnya sesuai dengan amanat almarhum, segera diwujudkan oleh gubernur,” katanya.

Dedi juga menyebut berbagai kewajiban atau tunggakan yang dimiliki almarhum kepada pihak ketiga telah dibereskan sehingga tidak lagi menjadi beban keluarga yang ditinggalkan.

Pada kesempatan yang sama, BPJS Ketenagakerjaan Provinsi Jawa Barat turut menyerahkan santunan kepada keluarga almarhum.

Menurut Dedi, nilai santunan yang diterima mencapai Rp418 juta. Selain itu, keluarga juga mendapatkan fasilitas beasiswa untuk dua orang anak almarhum.

Tak hanya itu, terdapat manfaat pensiun yang nilainya disebut mencapai sekitar Rp400 juta.

Dedi menjelaskan apabila dana tersebut disimpan dalam bentuk deposito di Bank BJB, maka keluarga berpotensi memperoleh penghasilan rutin setiap bulan tanpa mengurangi pokok dana yang tersimpan.

“Kalau uang deposito disimpan di BJB dapat sekitar Rp1,6 juta per bulan, ditambah sekitar Rp400 ribu, sehingga keluarga mendapat sekitar Rp2 juta per bulan dan uangnya tetap utuh tersimpan di bank,” ujarnya.

Lebih lanjut, Dedi Mulyadi memastikan pendidikan anak-anak almarhum akan menjadi perhatian Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Ia menegaskan seluruh kebutuhan biaya pendidikan anak-anak Sumarna akan menjadi tanggung jawabnya.

“Anaknya, seluruh pembiayaan pendidikannya menjadi tanggungan gubernur,” kata Dedi.

Dalam kesempatan tersebut, Dedi juga menyampaikan rencananya untuk memperluas perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi para pekerja informal di Jawa Barat.

Kelompok yang menjadi perhatian antara lain pengemudi ojek, buruh tani, tukang becak, sopir angkutan kota, hingga perangkat lingkungan seperti RT, RW, Linmas, dan Hansip.

Menurutnya, perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan penting agar para pekerja informal memiliki kepastian perlindungan apabila mengalami risiko kecelakaan kerja maupun musibah lainnya.

“Mudah-mudahan ada rezekinya. Saya ingin mengasuransikan ketenagakerjaan seluruh jajaran tenaga kerja informal, termasuk RT, RW, Linmas, dan Hansip se-Provinsi Jawa Barat,” ungkapnya.

Langkah yang dilakukan Pemprov Jawa Barat terhadap keluarga almarhum Sumarna mendapat perhatian masyarakat karena tidak hanya berfokus pada santunan, tetapi juga keberlanjutan kehidupan keluarga yang ditinggalkan, mulai dari tempat tinggal, pendidikan anak, hingga jaminan ekonomi jangka panjang. (Ega Nugraha)

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *