Drama adu penalti mengakhiri perjuangan Akademi Persipo Putri di Grand Final Liga JIS dan BSJ United Soccer 2026. HALO PURWAKARTA – Akademi Persipo Putri harus mengakui keunggulan Raganegri setelah kalah melalui drama adu tendangan penalti dalam Grand Final Liga JIS dan BSJ United Soccer 2026 di BSJ Tangerang, Sabtu (26/9/2026).
Pertandingan berlangsung sengit sejak menit awal. Akademi Persipo Putri bahkan mampu membuka keunggulan pada menit keempat melalui tendangan Raisa Naifa.
Gol tersebut membuat Akademi Persipo Putri unggul 1-0 hingga babak pertama berakhir.
Memasuki babak kedua, pertandingan berlangsung semakin menarik. Kedua tim saling melancarkan serangan dan menciptakan sejumlah peluang.
Akademi Persipo Putri yang dimotori Khaira, Wulan, Indira Kirani Jagad dan Rara beberapa kali mampu menguasai permainan. Lini belakang yang dikomandoi Rina, Nadia, Anggita dan Nada juga tampil solid dalam menghalau serangan lawan.
Di bawah mistar, Syifa yang menjalani debutnya pada pertandingan besar Liga JIS mampu menunjukkan penampilan yang cukup baik.
Sementara di lini tengah, Nayra Amanda Putri yang baru pulih dari cedera lutut mulai kembali memperlihatkan permainan taktisnya. Sedangkan Raisa Naifa yang merupakan pemain senior kelahiran 2019 dipercaya membantu membimbing rekan-rekannya yang mayoritas masih berusia di bawah 15 tahun.
Namun, keunggulan Akademi Persipo Putri akhirnya sirna setelah Raganegri memanfaatkan serangan balik cepat dan berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1-1.
Skor tersebut bertahan hingga waktu normal berakhir sehingga pertandingan harus dilanjutkan ke babak perpanjangan waktu dengan format dua kali tujuh menit.
Pada masa tambahan waktu, kedua tim masih belum mampu mencetak gol. Skor 1-1 bertahan hingga perpanjangan waktu selesai dan pertandingan kemudian ditentukan melalui adu tendangan penalti.
Dalam drama adu penalti, dua penendang Akademi Persipo Putri gagal menjalankan tugasnya. Raganegri akhirnya keluar sebagai pemenang dengan skor 4-3 sekaligus memastikan gelar juara Liga JIS dan BSJ United Soccer 2026.
Pembina Akademi Persipo Putri, Akhmad Syaa, mengatakan kekalahan melalui adu penalti merupakan bagian dari sepakbola yang harus diterima.
Menurutnya, sejumlah tim besar dunia juga pernah mengalami kekalahan melalui drama adu penalti. Namun, hasil tersebut tetap menjadi bahan evaluasi bagi timnya.
“Ini sudah kali kedua kami kalah dalam adu penalti di partai final. Sebelumnya kami juga kalah dari Goal Eksis di Tangerang,” kata Akhmad.
Ia menilai evaluasi diperlukan, terutama terkait kesiapan mental pemain ketika menghadapi situasi adu penalti.
“Untuk menjadi juara di event besar harus mempunyai mental juara. Memiliki mental juara perlu waktu dan jam terbang yang cukup dalam event kompetisi yang terukur, baik dari sarana prasarana, perangkat pertandingan maupun waktu,” ujarnya.
Akhmad menambahkan, mayoritas pemain Akademi Persipo Putri pada turnamen kali ini merupakan pemain baru dan masih berusia di bawah 15 tahun.
Karena itu, menurutnya, keikutsertaan di Liga JIS dan BSJ United Soccer menjadi bagian dari proses menambah pengalaman dan jam terbang para pemain.
“Ini adalah jam terbang yang terukur bagi pemain. Walaupun ada beberapa hal dari sisi penyelenggaraan yang perlu dievaluasi, termasuk perubahan jadwal final dan kepastian lawan yang baru diketahui sekitar 15 menit sebelum grand final berlangsung,” katanya.
Meski demikian, ia menilai kualitas peserta turnamen cukup baik untuk memberikan pengalaman kompetitif bagi para pemain muda.
Akhmad menegaskan, kekalahan tersebut tidak perlu disesali secara berlebihan. Hasil pertandingan akan menjadi bahan evaluasi sebelum Akademi Persipo Putri menghadapi kompetisi berikutnya, termasuk Liga HPSL.
“Intinya, kekalahan adalah hal yang wajar. Walaupun dari sisi materi dan permainan kami merasa lebih unggul, sepakbola tidak seperti matematika. Itulah indahnya sepakbola yang mempunyai magnet kuat dan digemari masyarakat di seluruh dunia,” pungkasnya. (Asy)


Tidak ada komentar