BTN Pertahankan Rating Tertinggi idAAA dari PEFINDO, Outlook Tetap Stable

2 menit membaca View : 22
Lalan Nugraha
Headline - 08 Sep 2026

HaloPWK, JAKARTA – Kabar positif datang dari PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN. Bank yang identik dengan pembiayaan perumahan ini kembali mempertahankan peringkat tertinggi idAAA dengan outlook stable dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO).

Peringkat tersebut bukan kaleng-kaleng. BTN sudah mengantongi predikat idAAA sejak 2023 dan kali ini kembali dipertahankan untuk periode 4 September 2026 hingga 1 September 2027.

Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu menyebut, capaian tersebut menjadi bentuk kepercayaan terhadap fundamental sekaligus ketahanan bisnis BTN.

“Peringkat ini memacu kami untuk terus berinovasi menjaga posisi bisnis yang kuat, memperkuat likuiditas dan fleksibilitas keuangan, serta memastikan pertumbuhan bisnis BTN tetap sehat dan berkelanjutan,” ujar Nixon dalam keterangan tertulis, Selasa (8/9/2026).

PEFINDO menilai kekuatan kredit BTN ditopang oleh sejumlah faktor utama, mulai dari bisnis, likuiditas hingga fleksibilitas keuangan yang dinilai sangat kuat.

Tak cuma itu, dukungan pemerintah juga menjadi salah satu faktor penting yang memperkuat posisi BTN.

Maklum, BTN punya peran strategis dalam mendukung berbagai program pemerintah di sektor perumahan, termasuk program Tiga Juta Rumah yang menjadi salah satu agenda pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Predikat positif itu ternyata nggak berhenti di peringkat korporasi. PEFINDO juga mempertahankan peringkat idAAA untuk Obligasi Sosial Berkelanjutan I Tahap I Tahun 2025 BTN dengan nilai Rp300 miliar.

Sementara untuk Obligasi Subordinasi I Tahap I Tahun 2025 senilai Rp2 triliun, BTN mempertahankan peringkat idAA.

Di tengah transformasi bisnis menuju konsep beyond mortgage, BTN tetap mempertahankan misi utamanya di sektor perumahan.

Salah satunya melalui penyaluran KPR bersubsidi bagi masyarakat berpenghasilan rendah hingga menengah.

Artinya, meski bisnis terus dikembangkan ke sektor yang lebih luas, urusan rumah rakyat tetap menjadi bagian penting dari perjalanan BTN.

Per 30 Juni 2026, kepemilikan saham BTN tercatat sebesar 60 persen dimiliki Pemerintah Indonesia melalui BPI Danantara dan BP BUMN, sedangkan 40 persen lainnya dimiliki publik.

Dengan dipertahankannya rating idAAA outlook stable, BTN kembali menunjukkan bahwa fundamental dan kapasitas keuangannya masih mendapat kepercayaan tinggi dari lembaga pemeringkat.

HaloPWK

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
📢 Pengaduan HaloPWK
Halo Admin HaloPWK 👋
● Siap menerima pengaduan
Halo! 👋
Punya informasi, keluhan, atau pengaduan seputar Purwakarta? Silakan hubungi Admin HaloPWK melalui WhatsApp.
💬 Mulai Chat WhatsApp
Pengaduan HaloPWK