Siswa Asal Purwakarta Dikeroyok Kakak Kelas di SMAN 5 Batang Hari Jambi, Keluarga Tempuh Jalur Hukum

2 menit membaca View : 120
King Nugraha
Kriminal, Nasional - 22 Agu 2026

HALO PURWAKARTA – Kasus dugaan kekerasan antarpelajar terjadi di Kabupaten Batang Hari, Jambi. Seorang siswa kelas X SMAN 5 Batang Hari bernama Rendy Adtya Pratama (16), yang berasal dari Purwakarta, Jawa Barat, diduga menjadi korban pengeroyokan oleh sejumlah kakak kelasnya.

Peristiwa tersebut disebut terjadi pada Rabu, 19 Agustus 2026, sekitar pukul 13.00 WIB di kawasan gerbang Rumah Sakit Pertamina Bajubang.

Informasi yang diperoleh menyebutkan, Rendy merupakan siswa pendatang yang mengikuti orang tuanya pindah ke Jambi karena urusan pekerjaan. Namun, niatnya untuk menempuh pendidikan di sekolah baru justru berujung pada insiden yang membuatnya mengalami sejumlah luka fisik.

Menurut keterangan keluarga korban, kejadian bermula saat jam istirahat sekolah sekitar pukul 10.30 WIB. Saat itu, teman korban bernama Rizki dihentikan oleh sekelompok kakak kelas yang berjumlah sekitar lima hingga enam orang.

Kelompok tersebut kemudian diduga meminta Rizki untuk membawa Rendy menemui mereka setelah jam pelajaran berakhir. Rizki disebut mendapat tekanan dan intimidasi agar mengikuti permintaan tersebut.

Setelah kegiatan belajar mengajar selesai sekitar pukul 13.00 WIB, Rendy dan Rizki kemudian menuju lokasi yang telah ditentukan. Keduanya disebut diarahkan oleh salah seorang kakak kelas menuju gerbang RS Pertamina Bajubang.

Sesampainya di lokasi, dugaan aksi kekerasan fisik langsung terjadi. Berdasarkan keterangan keluarga, salah seorang pelaku yang disebut bernama Drajat diduga menendang bagian kepala korban serta memukul bagian belakang lehernya.

Sementara itu, pelaku lain yang disebut bernama Angga diduga lebih dulu memukul Rizki sebelum kemudian memukul Rendy dari arah belakang. Setelah kejadian tersebut, kedua korban disebut diminta meninggalkan lokasi.

Akibat insiden itu, Rendy mengalami luka pada bagian kepala, leher, dan pundak. Korban juga harus mendapatkan penanganan medis untuk memulihkan kondisinya.

Ibu korban, Elma Yunita, diketahui telah melaporkan peristiwa tersebut ke Polsek Bajubang. Laporan tersebut tercatat dengan Nomor Surat: STBPP/45/VIII/2026/Sek Bajubang.

Keluarga korban berharap kasus ini dapat ditangani secara serius oleh pihak berwenang. Mereka meminta seluruh pihak yang terlibat dalam dugaan pengeroyokan diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Selain itu, keluarga juga meminta pihak sekolah melakukan evaluasi dan memberikan sanksi tegas apabila terbukti terjadi pelanggaran disiplin maupun tindakan kekerasan di lingkungan pendidikan.

Mereka juga berharap Dinas Pendidikan Provinsi Jambi turut melakukan pengawasan terhadap sistem keamanan sekolah agar kejadian serupa tidak kembali terulang.

Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak SMAN 5 Batang Hari maupun kepolisian terkait perkembangan penanganan kasus tersebut.

Keluarga korban menegaskan akan terus mengawal proses hukum dan berharap korban memperoleh keadilan serta perlindungan sebagai peserta didik. (Ega Nugraha)

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
📢 Pengaduan HaloPWK
Halo Admin HaloPWK 👋
● Siap menerima pengaduan
Halo! 👋
Punya informasi, keluhan, atau pengaduan seputar Purwakarta? Silakan hubungi Admin HaloPWK melalui WhatsApp.
💬 Mulai Chat WhatsApp
Pengaduan HaloPWK