Kang Ade Tian Sang Pelestari Ketapel Purwakarta Berpulang, Belpur Kembali Berduka. (HaloPurwakarta) HALO PURWAKARTA – Kabar duka kembali menyelimuti keluarga besar Bela Purwakarta (Belpur). Belum genap sepekan kehilangan salah satu aktivisnya, Atep Heru Susela, Belpur kembali berduka atas wafatnya Ade Syarifudin bin Tahyadin, atau yang akrab disapa Ade Tian.
Ade Tian meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan di tempat kerjanya. Almarhum mengembuskan napas terakhir saat tengah berjuang mencari nafkah untuk keluarganya.
Kepergian Ade Tian menambah daftar aktivis Belpur yang telah berpulang. Dalam kurun waktu sekitar lima tahun perjalanan Belpur, tercatat sudah enam sosok aktivis yang meninggal dunia.
Semasa hidup, Ade Tian dikenal sebagai pegiat sekaligus pelestari olahraga tradisional ketapel. Ia memimpin komunitas Ketapel Purwakarta Bersatu (KEPUBER) yang berada di bawah organisasi induk FORSPEK (Forum Silaturahmi Pencinta Ketapel) serta binaan KORMI Kabupaten Purwakarta.
Di bawah kepemimpinannya, KEPUBER aktif mengikuti berbagai turnamen ketapel di tingkat kota, provinsi hingga nasional.
Sejumlah prestasi yang diraih turut membawa nama Purwakarta dikenal dalam dunia olahraga masyarakat dan olahraga tradisional.
Tak hanya aktif di bidang olahraga, Ade Tian bersama KEPUBER juga menjadi bagian dari keluarga besar Bela Purwakarta, wadah silaturahmi dan koordinasi lintas elemen masyarakat.
Belpur sendiri dikenal aktif dalam berbagai kegiatan sosial dan kemanusiaan, terutama sejak masa pandemi Covid-19.
Berbagai aksi penggalangan dan penyaluran bantuan dilakukan untuk membantu masyarakat yang terdampak bencana, baik di Purwakarta maupun sejumlah daerah di Indonesia.
Founder Bela Purwakarta, Aa Komara, hadir melayat ke rumah duka bersama sejumlah perwakilan keluarga besar Belpur dan pengurus KEPUBER.
Ia mengaku sangat kehilangan sosok Ade Tian yang dinilainya memiliki dedikasi tinggi.
“Masya Allah, belum kering air mata kami ditinggal almarhum Atep Heru, kini hanya selang empat hari harus kembali kehilangan sahabat yang penuh dedikasi,” ujar Aa Komara.
Menurutnya, kepergian Ade Tian merupakan ketetapan Tuhan yang tidak dapat dihindari. Ia juga mengenang almarhum sebagai sosok baik yang banyak memberikan kontribusi bagi Purwakarta.
“Kami bersaksi almarhum sungguh seorang pribadi yang baik. Bersama KEPUBER, beliau berhasil mengharumkan nama Purwakarta dalam berbagai turnamen ketapel. Beliau juga sangat aktif dalam kegiatan kolaborasi peduli kemanusiaan bersama Bela Purwakarta,” katanya.
Ungkapan belasungkawa juga datang dari Pemerintah Kabupaten Purwakarta melalui Kepala Bidang Olahraga Disporaparbud Kabupaten Purwakarta, Yai Uun Khaerun, serta Ketua KORMI Kabupaten Purwakarta, Iyus Permana.
Keduanya menyampaikan duka cita sekaligus apresiasi atas dedikasi Ade Tian dalam mengembangkan olahraga masyarakat, khususnya olahraga tradisional ketapel di Purwakarta.
Kepergian Ade Tian meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, sahabat, rekan-rekan KEPUBER, Belpur, serta para pegiat olahraga masyarakat.
Namun, jejak pengabdiannya akan tetap dikenang, baik melalui prestasi KEPUBER maupun berbagai aksi sosial yang pernah dijalaninya.
Selamat jalan, Kang Ade Tian.
Orang baik mungkin telah pergi, tetapi kebaikan dan jejak perjuangannya akan tetap hidup dalam ingatan.
Gone but not forgotten.
Semoga almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan. Aamiin. (Red/HaloPWK)


Tidak ada komentar