Potret Kemiskinan di Purwakarta: Nini Opi Lansia 80 Tahun Hidup di Rumah Reyot Mirip Kandang Domba

3 menit membaca View : 126
King Nugraha
Headline, Peristiwa - 17 Agu 2026

HALO PURWAKARTA – Di usia yang seharusnya menjadi masa menikmati hari tua dengan tenang, Mak Hopiah atau yang akrab disapa Nini Opi justru harus bertahan hidup di sebuah rumah yang kondisinya sangat memprihatinkan.

Lansia berusia 80 tahun itu tinggal seorang diri di Desa Kertasari, Kecamatan Bojong, Kabupaten Purwakarta. Rumah yang ditempatinya sudah lapuk dimakan usia dan jauh dari kata layak huni dan lebih mirip kandang kambing atau domba.

Kondisi bangunan yang sebagian besar terbuat dari kayu dan bambu itu tampak rapuh. Sejumlah bagian rumah terlihat rusak, sementara atapnya sudah tidak mampu lagi menahan guyuran hujan.

Warga sekitar menyebut kondisi rumah tersebut sangat memprihatinkan. Bahkan, tidak sedikit yang menilai bangunan itu lebih mirip kandang kambing dibandingkan rumah tinggal.

Kesulitan terbesar dirasakan Nini Opi ketika musim hujan tiba. Air hujan disebut masuk dari hampir seluruh bagian atap rumah sehingga membuat bagian dalam rumah basah kuyup.

“Kalau hujan turun, air rembes dari mana-mana. Hampir semua bagian rumah bocor,” ujar cucunya menghubungi Halo Purwakarta, Senin 17 Agustus 2026.

Menurut warga, kondisi tersebut bukan baru terjadi dalam beberapa hari terakhir. Kebocoran parah sudah berlangsung cukup lama dan hingga kini belum ada perbaikan yang berarti.

Akibatnya, setiap hujan turun, Nini Opi harus menghadapi kondisi rumah yang dipenuhi tetesan air dari berbagai titik. Situasi itu tentu sangat mengkhawatirkan mengingat usianya yang sudah lanjut.

Kisah Nini Opi sebenarnya pernah mendapat perhatian publik. Warga mengaku sempat mengirimkan informasi lengkap beserta alamat rumah tersebut kepada Wakil Bupati Purwakarta, Ijo Hapidin.

Saat itu, kondisi rumah Nini Opi juga sempat menjadi perbincangan di media sosial setelah beredar video yang memperlihatkan air hujan masuk ke dalam rumah dari berbagai sisi. Namun video tersebut kini sudah tidak lagi ditemukan.

“Waktu itu pernah di-notice Bang Ijo Hapidin. Alamat rumahnya juga sudah dikirim, tapi sampai sekarang belum ada tindak lanjut yang kami rasakan,” kata dia.

Warga berharap pemerintah daerah dapat segera turun tangan melihat langsung kondisi rumah tersebut. Mereka menilai Nini Opi layak menjadi prioritas penerima bantuan rumah tidak layak huni (RTLH).

Meski di wilayah tersebut masih terdapat sejumlah rumah panggung tradisional, kondisi rumah yang ditempati Nini Opi dinilai berbeda karena kerusakannya sudah sangat parah dan berpotensi membahayakan keselamatan penghuni.

Selain faktor usia bangunan yang sudah tua, kondisi fisik Nini Opi yang telah berusia 80 tahun juga menjadi perhatian warga. Mereka khawatir jika rumah tersebut terus ditempati tanpa adanya perbaikan, risiko yang dihadapi akan semakin besar.

Program bantuan rumah tidak layak huni yang selama ini digulirkan pemerintah diharapkan bisa menjangkau warga seperti Nini Opi. Sebab, kebutuhan akan tempat tinggal yang aman dan layak merupakan hak dasar yang seharusnya dapat dirasakan seluruh masyarakat.

Kini, Nini Opi masih menjalani hari-harinya di rumah sederhana yang nyaris roboh tersebut. Setiap mendung datang, kekhawatiran kembali muncul karena hujan bisa sewaktu-waktu membuat bagian dalam rumah tergenang air.

Warga Desa Kertasari berharap kisah Nini Opi tidak sekadar menjadi cerita yang viral sesaat. Mereka menginginkan adanya langkah nyata agar lansia tersebut dapat tinggal di rumah yang lebih aman, nyaman, dan layak untuk menjalani masa tuanya. (Ega Nugraha)

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
📢 Pengaduan HaloPWK
Halo Admin HaloPWK 👋
● Siap menerima pengaduan
Halo! 👋
Punya informasi, keluhan, atau pengaduan seputar Purwakarta? Silakan hubungi Admin HaloPWK melalui WhatsApp.
💬 Mulai Chat WhatsApp
Pengaduan HaloPWK