Sambil Nangis, Janda Muda ini Minta Bantuan Dedi Mulyadi: Saya dan Anak-Anak Trauma, Tolong Bantu Kami Pak!

3 menit membaca View : 290
King Nugraha
Headline, Kriminal - 16 Agu 2026

HALO PURWAKARTA – Seorang ibu tunggal asal Karawang, Jawa Barat, Itha Hartati (39), meminta bantuan kepada Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, anggota DPR RI Rieke Diah Pitaloka, Komnas Perempuan, LPSK, KPI, hingga media massa.

Permintaan itu disampaikan Itha melalui sebuah video yang dikirim ke Halo Purwakarta pada Minggu (16/8/2026). Dalam video berdurasi sekitar enam menit tersebut, Itha mengaku belum mendapatkan kepastian terkait laporan ke Polres Karawang yang telah dia ajukan sejak 19 Februari 2026.

“Saya mohon kepada Pak Dedi Mulyadi, Ibu Rieke Diah Pitaloka, Komnas Perempuan, KPI, LPSK dan seluruh media,” kata Itha dalam video tersebut.

Itha mengaku saat ini membesarkan dua anak seorang diri. Menurutnya, kedua anaknya mengalami trauma dan membutuhkan pendampingan khusus akibat persoalan yang sedang dihadapinya.

“Saya ini single parent dengan dua anak yang membutuhkan pendampingan ekstra karena trauma berat,” ujarnya.

Warga Arsa Residence, Karawang Timur itu mengatakan dirinya telah melaporkan persoalan yang dialaminya kepada pihak berwenang. Namun hingga Agustus 2026, ia mengaku belum memperoleh kepastian mengenai perkembangan laporan tersebut.

Dalam keterangannya, Itha juga menyebut telah menyerahkan berbagai bukti yang menurutnya cukup untuk mendukung proses hukum.

“Saya masih digantung tanpa batas waktu,” ucapnya.

Ia mengaku berharap segera mendapatkan informasi resmi terkait perkembangan kasus yang dilaporkannya. Selain itu, ia juga meminta adanya kepastian mengenai tahapan penanganan perkara yang sedang berjalan.

Menurut Itha, kondisi tersebut berdampak besar terhadap kehidupan dirinya dan kedua anaknya.

Ia mengaku harus rutin mendampingi anak-anak menjalani pengobatan dan konsultasi akibat trauma yang mereka alami. Kondisi itu juga disebut memengaruhi kemampuan dirinya untuk bekerja dan memenuhi kebutuhan keluarga.

“Untuk pergi mencari kepastian saja saya harus mencari pinjaman uang dan mengorbankan uang makan anak-anak saya,” katanya.

Dalam video tersebut, Itha beberapa kali menyampaikan harapan agar kasus yang dilaporkannya mendapat perhatian dari pihak terkait.

Ia juga meminta agar tidak ada lagi korban lain yang mengalami situasi serupa di kemudian hari.

“Saya hanya meminta keadilan dan kepastian,” ujarnya.

Untuk diketahui, Ita Hartati (38), heran setelah mengetahui dirinya terdaftar sebagai pihak penggugat perkara perceraian di Pengadilan Agama (PA) Karawang, Jawa Barat. Padahal ia tak pernah mengajukan gugatan, menghadiri persidangan, bahkan memberikan surat kuasa kepada pengacara mana pun.

Ita menduga ada praktik manipulasi dan pemalsuan data identitas, tanda tangan, serta surat kuasa yang dilakukan oknum demi memuluskan perceraian tersebut secara sepihak.

Ita menuturkan dugaan pemalsuan itu bermula dari firasatnya terkait status pernikahannya. Ia sebetulnya mengaku memang ingin bercerai dari suaminya dan sudah pisah ranjang sejak lama.

Ita pun lantas memutuskan mendatangi kantor PA Karawang dan melakukan pengecekan mandiri. (Ega Nugraha)

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
📢 Pengaduan HaloPWK
Halo Admin HaloPWK 👋
● Siap menerima pengaduan
Halo! 👋
Punya informasi, keluhan, atau pengaduan seputar Purwakarta? Silakan hubungi Admin HaloPWK melalui WhatsApp.
💬 Mulai Chat WhatsApp
Pengaduan HaloPWK