BTN Catat Pertumbuhan Positif, Laba Rp2,71 Triliun dan Kredit Rp431 Triliun

2 menit membaca View : 51
Lalan Nugraha
Headline - 16 Sep 2026

HaloPWK, JAKARTA — PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) mencatatkan kinerja positif hingga Agustus 2026. Laba bersih konsolidasian BTN mencapai Rp2,71 triliun, tumbuh 35,89% secara tahunan (yoy) dibandingkan Rp1,99 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Pertumbuhan laba tersebut sejalan dengan ekspansi kredit dan pembiayaan konsolidasian yang mencapai Rp431,60 triliun, atau tumbuh 14,98% yoy dari Rp375,38 triliun pada Agustus 2025.

Total aset konsolidasian BTN juga meningkat 16,60% yoy menjadi Rp561,84 triliun, dari sebelumnya Rp481,85 triliun.

Direktur Utama BTN Nixon L.P. Napitupulu mengatakan, pertumbuhan tersebut memperkuat kapasitas perseroan dalam menjalankan fungsi intermediasi, sekaligus memperluas akses pembiayaan di sektor perumahan.

“Pertumbuhan ini memberikan ruang bagi BTN untuk menjangkau lebih banyak kebutuhan pembiayaan, tidak hanya bagi masyarakat yang ingin memiliki rumah, tetapi juga bagi seluruh pelaku dalam ekosistem perumahan,” ujar Nixon.

BTN terus memperkuat pembiayaan dari sisi pasokan maupun permintaan hunian. Melalui Kredit Program Perumahan (KPP), BTN telah menyalurkan pembiayaan secara kumulatif sebesar Rp7,4 triliun.

Angka tersebut terdiri dari Rp5,4 triliun untuk KPP Supply dan Rp2 triliun untuk KPP Demand.

Dari sisi kepemilikan rumah, BTN juga mendukung pengembangan hunian berbasis Transit Oriented Development (TOD) Manggarai.

Proyek tersebut direncanakan menghadirkan 3.784 unit hunian dalam delapan tower yang terintegrasi dengan transportasi publik.

Sementara itu, melalui Danantara Housing Expo 2026, BTN turut mempertemukan masyarakat dengan berbagai pilihan hunian dan skema pembiayaan.

Pameran tersebut menghadirkan lebih dari 120.000 pilihan properti dari lebih dari 130 pengembang BUMN maupun swasta.

Pertumbuhan kredit dan pembiayaan BTN juga ditopang oleh peningkatan Dana Pihak Ketiga (DPK).

Hingga Agustus 2026, DPK konsolidasian BTN termasuk BSN mencapai Rp446,06 triliun, tumbuh 11,11% yoy dibandingkan Rp401,45 triliun pada Agustus 2025.

DPK tersebut terdiri dari giro Rp174,29 triliun, tabungan Rp46,72 triliun dan deposito Rp225,05 triliun.

Di sisi lain, BTN juga mencatat penurunan beban bunga konsolidasian. Hingga Agustus 2026, beban bunga turun 8,21% yoy menjadi Rp11,28 triliun, dari sekitar Rp12,29 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Penurunan beban bunga tersebut menjadi salah satu faktor yang menopang pertumbuhan laba di tengah ekspansi kredit dan pembiayaan.

Nixon mengatakan, BTN ke depan akan menjaga pertumbuhan kredit dan pembiayaan tetap sehat dengan memperkuat pendanaan serta memperluas jangkauan layanan BTN dan BSN.

“Dengan fundamental yang semakin kuat, kapasitas kami untuk mendukung kebutuhan pembiayaan perumahan juga akan semakin besar,” katanya. (Ega Nugraha)

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
📢 Pengaduan HaloPWK
Halo Admin HaloPWK 👋
● Siap menerima pengaduan
Halo! 👋
Punya informasi, keluhan, atau pengaduan seputar Purwakarta? Silakan hubungi Admin HaloPWK melalui WhatsApp.
💬 Mulai Chat WhatsApp
Pengaduan HaloPWK