Empat Tahun Usai Jatuh dari Lantai 4 Gedung Milik Pemda Purwakarta, Eman Belum Pulih dan Butuh Perhatian

3 menit membaca View : 44
Lalan Nugraha
Headline - 06 Okt 2026

HALO PURWAKARTA – Seorang warga Desa Ciramahilir, Kecamatan Maniis, Kabupaten Purwakarta, Eman Sulaeman (30), mengaku mengalami kecelakaan kerja saat mengerjakan pembangunan sebuah gedung milik Pemda Purwakarta pada tahun 2022. Ia menyebut jatuh dari lantai 4 ketika mengangkut pasir.

Akibat kejadian tersebut, Eman mengaku mengalami cedera pada tulang belakang hingga harus menjalani operasi. Hingga kini, dia mengaku belum dapat berjalan normal dan belum kembali bekerja.

Eman menceritakan kecelakaan itu terjadi saat dirinya menaikkan pasir ke lantai 4 menggunakan drum. Saat hendak menuangkan pasir, dia mengaku kehilangan pijakan.

“Abdi pas ngajungjungkeun ngabahekeun keusik, abdi teu napak, kaki teh satu anu kanan. Tah otomatis ngagurawel ka bawah dugi ka cebna (jatuh),” ujar Eman saat menceritakan kejadian tersebut kepada Halo Purwakarta, Selasa 6 Oktober 2026.

Menurut Eman, dirinya terjatuh dari lantai 4 dalam posisi berdiri dan masih dalam keadaan sadar. Namun, kedua kakinya disebut langsung sulit digerakkan dan mengalami mati rasa.

“Langsung weh kaki oge teu tiasa digerak-gerakkeun kumaha. Istuning mati total, mati rasa,” katanya.

Eman mengaku saat bekerja di lokasi tersebut tidak menggunakan alat keselamatan kerja. Dia juga menyebut tidak ada perlengkapan keselamatan yang memadai saat dirinya melakukan pekerjaan di ketinggian.

Usai kejadian, Eman sempat dibawa untuk mendapatkan penanganan. Dia kemudian menjalani operasi di Rumah Sakit Abdul Radjak, Sadang, Kabupaten Purwakarta.

Menurut Eman, operasi dilakukan karena terdapat keretakan pada tulang belakang. Biaya pengobatan, kata dia, menggunakan BPJS miliknya sendiri.

“Da tulang belakang kena, retak, jadi di-pen. Ayeuna tos hampir ka 2026, teu acan sehat total,” ungkapnya.

Eman mengatakan hingga kini kondisi kakinya belum sepenuhnya pulih. Dia masih berlatih berjalan dan sebelumnya menggunakan tongkat untuk membantu aktivitasnya.

“Sekarang juga belum normal pisan kalau berjalan,” ujarnya.

Eman juga mengaku belum dapat kembali bekerja akibat kondisi fisiknya. Padahal, dia memiliki istri dan anak yang masih harus dibiayai.

“Saya sekarang belum bisa kerja lagi, jalan juga masih belum normal,” katanya.

Terkait pihak yang bertanggung jawab, Eman mengaku telah berupaya meminta perhatian dari pihak mandor dan pihak perusahaan yang menurutnya terkait dengan pekerjaan tersebut.

Dia menyebut pernah mendapatkan bantuan uang sekitar Rp 500 ribu beberapa kali, termasuk ketika berada di rumah sakit dan saat menjalani pengobatan alternatif. Namun, menurut Eman, bantuan tersebut belum menyelesaikan persoalan yang dialaminya.

Eman berharap pihak terkait memberikan pertanggungjawaban hingga kondisi kesehatannya kembali pulih.

“Saya tadinya kan asalnya sehat, ingin sehat lagi. Ingin tanggung jawab saja sampai sehat lagi,” ucapnya.

Eman juga mengaku sempat mengunggah pengalamannya di media sosial dan menghubungi sejumlah pihak untuk meminta perhatian, tetapi belum mendapatkan respons yang diharapkannya.

Ia menyebut lokasi kejadian berada di kawasan Jalan Tengah, di seberang Indomaret dan dekat sebuah gedung yang menurutnya berkaitan dengan pekerjaan tersebut (Saat ini gedung Diskominfo).

Eman juga mengklaim terdapat papan nama perusahaan di lokasi saat dirinya bekerja. Namun, menurut pengakuannya, papan tersebut kemudian dilepas setelah kecelakaan terjadi.

“Saya sudah posting-posting, sudah DM ke Pak Dedi, tapi tidak ada respons,” katanya.

Eman berharap persoalan kecelakaan kerja yang dialaminya dapat mendapat perhatian dan ada penyelesaian dari pihak-pihak terkait. (Ega Nugraha)

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
📢 Pengaduan HaloPWK
Halo Admin HaloPWK 👋
● Siap menerima pengaduan
Halo! 👋
Punya informasi, keluhan, atau pengaduan seputar Purwakarta? Silakan hubungi Admin HaloPWK melalui WhatsApp.
💬 Mulai Chat WhatsApp
Pengaduan HaloPWK