Di Depan Presiden, Menteri PKP Puji Dirut BTN Nixon Napitupulu: Penyalur KPR Subsidi Tertinggi di Indonesia

4 menit membaca View : 101
King Nugraha
Headline, Nasional - 05 Agu 2026

HALO PURWAKARTA – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN kembali menunjukkan dominasinya dalam pembiayaan rumah subsidi nasional. Kinerja tersebut mendapat pengakuan langsung dari Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait saat menghadiri Akad Massal 62.710 KPR Sejahtera Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) yang dipimpin Presiden RI Prabowo Subianto di Kabupaten Batang, Jawa Tengah.

Di hadapan Presiden Prabowo dan para pemangku kepentingan sektor perumahan, Maruarar secara khusus menyampaikan apresiasi kepada Direktur Utama BTN Nixon L.P. Napitupulu atas keberhasilan perseroan mempertahankan posisi sebagai bank dengan penyaluran KPR subsidi terbesar di Indonesia.

“Pak Nixon sebagai Dirut BTN berhasil membawa BTN menjadi bank dengan penyaluran rumah subsidi tertinggi. Terima kasih Pak Nixon,” kata Maruarar.

Pernyataan tersebut menjadi bentuk pengakuan atas kontribusi BTN dalam mendukung program pemerintah menyediakan hunian layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Selama bertahun-tahun, BTN dikenal sebagai institusi keuangan yang fokus pada pembiayaan sektor perumahan, khususnya segmen rumah subsidi.

Pada kesempatan yang sama, Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa rumah merupakan salah satu kebutuhan dasar masyarakat yang harus mendapat perhatian serius. Karena itu, pemerintah terus mendorong kolaborasi lintas sektor agar akses kepemilikan rumah semakin mudah dan terjangkau.

Menurut Presiden, keberhasilan program penyediaan rumah rakyat tidak bisa dilakukan oleh pemerintah semata. Peran perbankan, pengembang, lembaga pembiayaan, serta berbagai pihak terkait menjadi faktor penting dalam memperluas akses masyarakat terhadap hunian yang layak.

Dalam pelaksanaan Akad Massal KPR Sejahtera FLPP tahun 2026, BTN tercatat sebagai bank dengan jumlah peserta terbanyak. Sebanyak 30.203 debitur BTN mengikuti proses akad, baik secara langsung maupun daring dari berbagai wilayah Indonesia.

Direktur Utama BTN Nixon L.P. Napitupulu mengatakan pencapaian tersebut merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak yang selama ini mendukung penguatan ekosistem pembiayaan perumahan nasional.

Menurutnya, sinergi antara pemerintah, BP Tapera, perbankan, pengembang, hingga dukungan Danantara Indonesia menjadi kunci dalam memperluas akses masyarakat terhadap rumah layak huni.

“Apresiasi dari Menteri PKP menjadi motivasi bagi BTN untuk terus menjalankan mandat sebagai pemimpin pembiayaan perumahan nasional. Bersama Danantara Indonesia, kami akan terus memperkuat kolaborasi agar semakin banyak masyarakat memperoleh rumah yang layak, terjangkau, dan berkualitas,” ujar Nixon.

Berdasarkan data Kementerian PKP hingga 29 Juli 2026, BTN telah menyalurkan 55.766 unit KPR FLPP. Jumlah tersebut menjadi yang tertinggi di antara seluruh bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara).

Sementara itu, Bank Syariah Nasional (BSN) tercatat menyalurkan pembiayaan untuk 28.282 unit rumah subsidi. Secara konsolidasi, BTN bersama BSN telah membiayai sebanyak 84.048 unit rumah subsidi sepanjang tahun 2026.

Tak hanya fokus pada pembiayaan KPR bagi masyarakat, BTN juga aktif memperkuat sektor pasokan perumahan melalui berbagai program pendanaan bagi pelaku industri properti.

Hingga akhir Juli 2026, realisasi Kredit Program Perumahan (KPP) BTN mencapai sekitar Rp4,39 triliun. Pembiayaan tersebut digunakan untuk mendukung aktivitas pengembang, kontraktor, toko bahan bangunan, hingga pelaku usaha lain yang berada dalam rantai pasok industri perumahan nasional.

Langkah tersebut dinilai penting untuk memastikan ketersediaan rumah tetap terjaga seiring meningkatnya kebutuhan hunian di berbagai daerah.

Selain memperkuat pembiayaan, BTN juga terus melakukan transformasi digital melalui platform balé Properti. Layanan ini memungkinkan masyarakat mencari rumah, melakukan simulasi kredit, hingga mengajukan KPR dalam satu ekosistem digital yang terintegrasi.

Nixon menegaskan digitalisasi menjadi strategi penting untuk mempermudah masyarakat memiliki rumah pertama tanpa proses yang rumit.

“Kami ingin proses memiliki rumah menjadi lebih mudah dan sederhana. Mulai dari mencari hunian yang sesuai hingga mendapatkan pembiayaan, semuanya dapat dilakukan lebih cepat dan praktis. Karena itu kami terus memperkuat layanan, memperluas kolaborasi, dan meningkatkan pembiayaan agar Program 3 Juta Rumah dapat berjalan lebih cepat dan memberikan manfaat yang lebih luas,” katanya.

Akad Massal KPR Sejahtera FLPP 2026 sendiri mencatat sejarah baru sebagai kegiatan terbesar sejak pertama kali digelar. Data BP Tapera menunjukkan program tersebut melibatkan 62.710 debitur yang tersebar di 372 kabupaten dan kota pada 36 provinsi di Indonesia.

Besarnya partisipasi masyarakat menjadi indikator semakin kuatnya komitmen pemerintah bersama industri perbankan dalam mempercepat penyediaan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

Capaian tersebut sekaligus menunjukkan bahwa program pembiayaan rumah subsidi terus berkembang dan mampu menjangkau lebih banyak keluarga Indonesia yang mendambakan hunian layak, terjangkau, dan berkualitas. (Ega Nugraha)

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *