Koordinator Divisi Hukum dan Penyelesaian Sengketa Bawaslu Kabupaten Purwakarta, Siti Nurhayati, memberikan materi tentang demokrasi dan kepemiluan kepada siswa SMPN 3 Purwakarta dalam kegiatan Kelas Inspiratif.HALO PURWAKARTA – Bawaslu Kabupaten Purwakarta terus mendorong peningkatan literasi demokrasi di kalangan generasi muda. Salah satunya melalui kegiatan Kelas Inspiratif yang digelar di SMPN 3 Purwakarta, Rabu 11 Februari 2026.
Dalam kegiatan tersebut, Koordinator Divisi Hukum dan Penyelesaian Sengketa (HPS) Bawaslu Kabupaten Purwakarta, Siti Nurhayati, hadir memberikan edukasi tentang demokrasi, sistem kepemiluan, hingga peran penting pemilih muda dalam menjaga kualitas demokrasi Indonesia.
Sebelum memulai materi, Siti terlebih dahulu mengajak para siswa mengikuti pre-test interaktif untuk mengetahui sejauh mana pemahaman mereka tentang demokrasi.
Hasilnya menunjukkan sebagian besar siswa sudah mengenal konsep dasar demokrasi sebagai pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat. Namun, masih banyak siswa yang belum memahami tugas dan fungsi lembaga penyelenggara pemilu, khususnya Bawaslu.
Dalam pemaparannya yang bertema “Pemilih Muda Pilar Demokrasi Bangsa”, Siti menjelaskan dasar hukum penyelenggaraan pemilu di Indonesia, mulai dari UUD 1945, Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum, hingga Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pilkada.
Ia juga memperkenalkan tiga lembaga utama penyelenggara pemilu, yakni Komisi Pemilihan Umum (KPU), Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu), dan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP).
Menurutnya, Bawaslu memiliki peran penting dalam memastikan seluruh tahapan pemilu berjalan sesuai asas langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil.
Siti menegaskan bahwa menjaga demokrasi bukan hanya tugas penyelenggara pemilu, tetapi juga membutuhkan partisipasi aktif masyarakat, termasuk para pelajar yang kelak menjadi pemilih pemula.
“Pemilih muda bukan sekadar pengguna hak suara, melainkan agen perubahan yang membawa harapan baru bagi kualitas demokrasi Indonesia. Jangan ragu untuk bersuara, karena dari tangan generasi muda, masa depan demokrasi bangsa ini dimulai,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Siti juga mengajak para siswa memahami makna pendidikan sebagai proses membangun pengetahuan, karakter, keterampilan, nilai, dan tanggung jawab.
Menurutnya, pendidikan demokrasi tidak hanya membuat siswa memahami hak dan kewajibannya sebagai warga negara, tetapi juga melatih sikap kritis, integritas, dan kepedulian sosial.
Ia menambahkan bahwa pendidikan memiliki peran besar dalam membentuk karakter generasi penerus bangsa.
Pandangan tersebut sejalan dengan pemikiran sejumlah tokoh pendidikan dunia. R.A. Kartini menekankan pentingnya pendidikan dalam membangun peradaban. Tan Malaka menyebut pendidikan sebagai sarana mempertajam kecerdasan dan memperkuat kemauan. Ki Hajar Dewantara memandang pendidikan sebagai kunci pembentukan karakter bangsa.
Sementara Albert Einstein menyebut pendidikan mampu mengubah kegelapan menjadi cahaya. Adapun Malala Yousafzai mengingatkan bahwa satu anak, satu guru, satu buku, dan satu pena dapat mengubah dunia.
Melalui kegiatan Kelas Inspiratif ini, Bawaslu Kabupaten Purwakarta berharap kesadaran demokrasi dapat tumbuh sejak usia sekolah.
Dengan bekal pengetahuan tersebut, para pelajar diharapkan tidak hanya memahami pentingnya pemilu, tetapi juga memiliki keberanian dan integritas untuk menjaga demokrasi di masa depan.
Kegiatan berlangsung dalam suasana interaktif dan penuh antusiasme. Para siswa aktif berdiskusi dan mengajukan pertanyaan terkait demokrasi serta kepemiluan.
Bawaslu Purwakarta menilai pendidikan demokrasi sejak dini merupakan investasi penting untuk menciptakan generasi muda yang kritis, cerdas, dan bertanggung jawab dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. (Ega Nugraha)


Tidak ada komentar