Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Kabupaten Purwakarta menggelar aksi solidaritas memperingati Hari Sumpah Pemuda. (HaloPWK) HALO PURWAKARTA – Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Kabupaten Purwakarta menggelar aksi solidaritas memperingati Hari Sumpah Pemuda di halaman Gereja Kristen Protestan Simalungun (GKPS) Cikopo, Kecamatan Bungursari, Jumat (30/10/2026).
Mengusung tema ‘Satu Nusa, Satu Bangsa, Lawan Intoleransi!’, kegiatan tersebut menjadi bentuk kepedulian mahasiswa terhadap persoalan toleransi dan kebebasan beragama di Kabupaten Purwakarta.
Pemilihan GKPS Cikopo sebagai lokasi kegiatan tidak terlepas dari persoalan penolakan pembangunan gereja yang sebelumnya mencuat akibat isu kelengkapan administrasi perizinan.
Dalam kegiatan tersebut, sejumlah kader PMII menyampaikan orasi kebangsaan. Mereka mengajak seluruh pihak agar persoalan administrasi pendirian rumah ibadah diselesaikan melalui mekanisme hukum yang berlaku, tanpa intimidasi maupun tindakan yang berpotensi memicu konflik sosial.
Aksi tersebut juga dihadiri sejumlah perwakilan tokoh lintas agama, jemaat, serta pengurus GKPS Purwakarta. Mereka bersama-sama menyuarakan pentingnya menjaga kerukunan dan persaudaraan di tengah keberagaman masyarakat.
Ketua PC PMII Kabupaten Purwakarta, Aldi Wiguna, mengatakan momentum Sumpah Pemuda harus menjadi pengingat bahwa persatuan bangsa perlu dijaga, termasuk dengan menghormati perbedaan keyakinan.
“Hari ini, bertepatan dengan momentum Sumpah Pemuda, PC PMII Purwakarta berdiri tegak di GKPS Bungursari bersama elemen lintas agama untuk mempertegas sikap. Purwakarta harus tetap menjadi daerah yang aman, damai, dan inklusif bagi seluruh umat beragama,” kata Aldi.
Dia juga meminta Pemerintah Kabupaten Purwakarta dan instansi terkait memfasilitasi penyelesaian persoalan perizinan rumah ibadah secara adil dan transparan.
Menurutnya, setiap warga negara memiliki hak konstitusional untuk menjalankan ibadah sesuai agama dan kepercayaannya. Karena itu, penyelesaian persoalan perizinan harus tetap mengacu pada ketentuan hukum serta tidak boleh disertai tekanan dari kelompok tertentu.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pembacaan teks Sumpah Pemuda dan Deklarasi Bersama Menjaga Toleransi dan Perdamaian yang dipimpin Aldi Wiguna.
Aksi damai tersebut ditutup dengan doa bersama lintas agama untuk menjaga keamanan, kerukunan, dan perdamaian di Kabupaten Purwakarta. Seluruh kegiatan berlangsung tertib hingga selesai. (Ega Nugraha)


Tidak ada komentar