Abu Vulkanik Anak Krakatau Mulai Selimuti Purwakarta, Pelajar Belajar Daring hingga Jumat

2 menit membaca View : 27
Lalan Nugraha
Gerbang Sekolah - 07 Sep 2026

HALO PURWAKARTA – Sebaran abu vulkanik akibat aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau mulai dirasakan di sejumlah wilayah, termasuk Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, sejak Minggu (6/9/2026).

Debu vulkanik dilaporkan menempel di sejumlah permukaan. Kondisi tersebut membuat masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan, terutama terhadap potensi gangguan kesehatan akibat paparan abu.

Sebagai langkah antisipasi, Dinas Pendidikan Kabupaten Purwakarta mengeluarkan Surat Edaran Kepala Dinas Pendidikan Nomor 000.1/3683-Sekre/2026.

Melalui surat tersebut, kegiatan pembelajaran diimbau dilaksanakan secara daring dari rumah mulai Senin hingga Jumat, 7–11 September 2026.

Kebijakan ini diambil untuk mengurangi risiko paparan abu vulkanik terhadap siswa, guru, serta tenaga kependidikan.

“Pelaksanaan pembelajaran tatap muka akan ditinjau kembali sesuai perkembangan situasi, kualitas udara, sebaran abu vulkanik, serta arahan dari pemerintah dan instansi berwenang,” demikian poin dalam surat edaran tersebut.

Dinas Pendidikan juga mengimbau masyarakat membatasi aktivitas di luar rumah selama kondisi sebaran abu vulkanik masih terjadi.

Bagi warga yang terpaksa beraktivitas di luar ruangan, penggunaan masker yang menutup hidung dan mulut dengan baik sangat dianjurkan.

Masker jenis KN95 menjadi salah satu pilihan yang disarankan, disertai penggunaan kacamata pelindung untuk mengurangi risiko iritasi mata.

Masyarakat juga diminta menjaga kebersihan makanan dan sumber air agar tidak terkontaminasi abu vulkanik.

Sementara abu yang menempel di rumah maupun lingkungan sekitar sebaiknya dibasahi terlebih dahulu sebelum dibersihkan. Cara ini dilakukan agar abu tidak kembali beterbangan dan terhirup.

Langkah antisipasi juga dilakukan jajaran Satlantas Polres Purwakarta. Petugas memberikan imbauan kepada masyarakat sekaligus membagikan masker di sejumlah titik.

Upaya tersebut dilakukan untuk membantu masyarakat mengurangi paparan abu vulkanik, khususnya pengguna jalan yang tetap harus beraktivitas di luar rumah.Warga juga diminta tidak mengabaikan kondisi kesehatan.

Jika mengalami sesak napas, gangguan pernapasan, iritasi mata, gangguan kulit, atau keluhan lainnya yang diduga berkaitan dengan paparan abu, masyarakat diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan.

Pemerintah daerah bersama instansi terkait terus memantau perkembangan kondisi Gunung Anak Krakatau dan sebaran abu vulkanik.

Masyarakat diimbau tidak panik, tetapi tetap waspada, serta mengikuti informasi dan arahan resmi pemerintah maupun instansi berwenang. (HaloPWK)

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
📢 Pengaduan HaloPWK
Halo Admin HaloPWK 👋
● Siap menerima pengaduan
Halo! 👋
Punya informasi, keluhan, atau pengaduan seputar Purwakarta? Silakan hubungi Admin HaloPWK melalui WhatsApp.
💬 Mulai Chat WhatsApp
Pengaduan HaloPWK