Warga mengeluhkan kondisi saluran air di kawasan pondok pesantren. (HaloPWK) HALO PURWAKARTA – Bangunan Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Muhajirin 1 di Kelurahan Ciseureuh, Kecamatan Purwakarta, Kabupaten Purwakarta, menjadi sorotan setelah warga mengeluhkan kondisi saluran air di kawasan tersebut.
Saluran yang disebut menjadi jalur aliran air menuju kawasan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) itu diduga mengalami pendangkalan hingga dikhawatirkan memicu banjir.
Warga menduga keberadaan bangunan ponpes yang berada di atas saluran air turut memengaruhi kelancaran aliran. Saat hujan turun, air disebut kerap meluap dan mengalami aliran balik karena saluran dinilai tidak mampu menampung debit air.
Menanggapi keluhan tersebut, pihak Ponpes Al-Muhajirin 1 melalui Encep memberikan klarifikasi. Ia menyebut persoalan banjir di kawasan itu telah dibahas bersama Pemerintah Kabupaten Purwakarta melalui Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).
Menurut Encep, berdasarkan hasil musyawarah bersama pemerintah, penyebab banjir disimpulkan berasal dari pendangkalan di bagian hulu sungai yang berada di wilayah Kelurahan Ciseureuh.
“Satpol PP merekomendasikan agar Al-Muhajirin menambah hingga lima bak kontrol untuk memudahkan pemantauan aliran air serta penanganan sampah yang menghambat saluran,” ujar Encep.
Ia mengatakan Satpol PP Purwakarta telah melakukan pengecekan langsung ke lokasi pada Rabu (28/10/2026). Hasil pemeriksaan tersebut, kata dia, dituangkan dalam Berita Acara Pemeriksaan Lapangan.
Dalam pemeriksaan itu, petugas mencatat pihak Al-Muhajirin sedang membuat bak kontrol baru untuk memantau kondisi saluran air. Encep menyebut langkah tersebut merupakan bagian dari upaya penanganan persoalan aliran air di lokasi.
Encep juga menyampaikan bahwa saluran air yang berada di area Al-Muhajirin telah diperlebar hingga empat meter. Karena itu, ia menyatakan aliran air di kawasan tersebut selama ini berjalan lancar.
“Selama ini aliran air lancar karena di wilayah Al-Muhajirin telah diperlebar jadi empat meter salurannya,” katanya.
Lebih lanjut, Encep mengungkapkan hasil pemeriksaan Satpol PP juga mencatat adanya dua bangunan berupa rumah dan pos kamling yang berdiri tepat di atas saluran air di dekat kawasan ponpes. Ia menegaskan kedua bangunan tersebut bukan milik Al-Muhajirin.
Pihak ponpes berharap informasi mengenai persoalan tersebut mengacu pada hasil pemeriksaan lapangan agar masyarakat memperoleh gambaran yang utuh.
Encep juga menyatakan pihaknya terbuka untuk berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan warga guna mencari penyelesaian.
Sementara itu, keluhan warga mengenai kondisi saluran air dan potensi banjir masih memerlukan pemeriksaan teknis lebih lanjut dari instansi terkait untuk memastikan kondisi serta penyebab terganggunya aliran air di kawasan tersebut. (Ega Nugraha)


Tidak ada komentar