BTN Borong 4 Penghargaan Human Capital 2026, Produktivitas Pegawai Melonjak Hampir 60 Persen

4 menit membaca View : 63
King Nugraha
Headline, Nasional - 20 Agu 2026

HALO PURWAKARTA – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN kembali menorehkan prestasi di bidang pengelolaan sumber daya manusia (SDM). Perseroan berhasil memborong empat penghargaan dalam ajang Indonesia Human Capital Award (IHCA) XII 2026 berkat keberhasilannya mengintegrasikan transformasi SDM dengan pertumbuhan bisnis perusahaan.

Penghargaan tersebut menjadi pengakuan atas strategi transformasi SDM yang dijalankan BTN melalui Human Capital Strategy 2026–2030. Strategi ini berfokus pada penguatan kapasitas, kapabilitas, dan produktivitas pegawai untuk mendukung transformasi bisnis di tengah percepatan digitalisasi, perkembangan artificial intelligence (AI), serta perubahan kebutuhan nasabah.

Keberhasilan tersebut tercermin dari peningkatan produktivitas pegawai BTN yang melonjak hingga 59,71 persen secara tahunan atau year-on-year (yoy) pada semester I 2026.

Di saat yang sama, kinerja bisnis Perseroan juga menunjukkan tren positif. Hingga semester I 2026, BTN mencatatkan laba bersih konsolidasian sebesar Rp2,40 triliun atau tumbuh 40,8 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Atas capaian tersebut, BTN meraih empat penghargaan dalam ajang IHCA XII 2026, yakni 2nd Best of The Best Company in Human Capital 2026 – Titanium Award kategori Public Company, Best in HR Blueprint & Impact to Business 2026, serta Best in Learning & Development 2026.

Tak hanya itu, Direktur Human Capital & Compliance BTN Eko Waluyo juga memperoleh penghargaan Best of The Best Human Capital Director 2026 – Titanium Award kategori Public Company.

Usai menerima penghargaan di Jakarta, Rabu (19/8), Eko Waluyo menegaskan bahwa transformasi perusahaan tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi terutama pada kualitas sumber daya manusia yang menggerakkan perubahan tersebut.

Menurut Eko, perkembangan teknologi telah mengubah lanskap industri perbankan, termasuk jenis pekerjaan dan kompetensi yang dibutuhkan oleh perusahaan.

“Sering kali kita mengatakan perubahan itu tentang teknologi. Tidak salah, tetapi statement itu harus kita sambung: bukan hanya teknologi, justru people yang paling penting dan menjadi motor dari semua perubahan,” ujar Eko.

BTN kemudian menyusun strategi transformasi SDM dengan tiga fokus utama, yakni capacity, capability, dan productivity. Ketiga aspek tersebut diselaraskan dengan Corporate Plan BTN serta arahan Danantara Indonesia.

Implementasinya dilakukan melalui berbagai program pengembangan talenta, termasuk penguatan talent management, reskilling, dan upskilling pegawai untuk menghadapi kebutuhan industri masa depan.

Transformasi tersebut juga diarahkan untuk membangun kapabilitas baru yang relevan dengan model bisnis modern. BTN mendorong peningkatan jumlah tenaga kerja yang berorientasi pada pelayanan nasabah atau customer facing serta penciptaan pendapatan atau revenue generator.

Sementara itu, pekerjaan yang bersifat repetitif secara bertahap diotomatisasi melalui pemanfaatan teknologi dan penyederhanaan proses kerja.

Eko mengibaratkan strategi tersebut seperti formasi dalam sepak bola. Menurutnya, BTN kini memilih strategi yang lebih agresif dengan memperkuat lini depan melalui peningkatan jumlah pegawai yang berperan langsung dalam menghasilkan bisnis.

“Kalau menggunakan strategi sepak bola, hari ini strategi kita menyerang, jadi harus lebih banyak striker. Lima tahun ke depan, kami ingin memiliki susunan tenaga kerja yang lebih banyak customer facing dan revenue generator,” katanya.

Lebih lanjut, Eko menegaskan bahwa keberhasilan transformasi SDM tidak cukup diukur dari jumlah program pelatihan atau pengembangan pegawai yang dijalankan. Yang lebih penting adalah bagaimana program tersebut mampu meningkatkan produktivitas dan memberikan dampak nyata terhadap pertumbuhan bisnis perusahaan.

“Transformasi tidak akan menghasilkan apa-apa kalau people-nya tidak berubah. Karena itu, yang kami bangun adalah capacity, capability, dan productivity. Bicara mengenai orang pada akhirnya juga harus bermuara pada penciptaan value bagi perusahaan,” tuturnya.

Sebagai bagian dari strategi jangka panjang, BTN juga terus memperkuat kompetensi pegawai pada berbagai bidang yang dinilai menjadi kebutuhan masa depan. Fokus pengembangan tersebut mencakup artificial intelligence (AI), digital innovation, cybersecurity, hingga risk and compliance.

Langkah tersebut dinilai penting untuk mendukung berbagai sumber pertumbuhan baru Perseroan, mulai dari bisnis transaksi, non-housing loan, hingga penguatan layanan digital yang semakin menjadi kebutuhan masyarakat.

Menurut Eko, penghargaan yang diraih BTN dalam IHCA 2026 menjadi bukti bahwa fungsi human capital kini telah berkembang jauh melampaui peran administratif semata. Pengelolaan SDM kini menjadi bagian strategis dalam menciptakan nilai tambah dan daya saing perusahaan.

“Pada akhirnya, keberhasilan human capital bukan hanya tentang seberapa baik kita mengelola orang, tetapi bagaimana kita membangun kapabilitas yang membuat perusahaan terus relevan, bertumbuh, dan memiliki daya saing di tengah perubahan,” kata Eko. (Ega Nugraha)

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
📢 Pengaduan HaloPWK
Halo Admin HaloPWK 👋
● Siap menerima pengaduan
Halo! 👋
Punya informasi, keluhan, atau pengaduan seputar Purwakarta? Silakan hubungi Admin HaloPWK melalui WhatsApp.
💬 Mulai Chat WhatsApp
Pengaduan HaloPWK