HWB Purwakarta Mulai Serah Terima 1.500 Unit, Hunian Terjangkau Disiapkan Jadi Kawasan Baru yang Hidup

4 menit membaca View : 28
Lalan Nugraha
Headline - 02 Nov 2026

HALO PURWAKARTA– Pengembangan Hunian Warisan Bangsa (HWB) Purwakarta mulai memasuki babak baru. Setelah diluncurkan pada akhir 2025, kawasan hunian yang dikembangkan bersama LippoLand ini mulai melakukan serah terima sebanyak 1.500 unit kepada konsumen.

Momentum tersebut ditandai dengan acara serah terima unit yang berlangsung di Balai Nusantara HWB Purwakarta, Sabtu (31/10/2026). Kegiatan ini menjadi bukti perkembangan kawasan yang tidak hanya berorientasi pada pembangunan rumah, tetapi juga menciptakan lingkungan tempat tinggal yang nyaman dan produktif.

Acara tersebut dihadiri Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Purwakarta Entin Suryatin, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Didi Garnadi, Camat Bungursari Wita Gusrianita, Kepala Desa Karangmukti H. Endin Jaenudin, serta jajaran manajemen HWB Purwakarta.

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Purwakarta, Entin Suryatin, mengapresiasi perkembangan pembangunan HWB Purwakarta.

Ia berharap proses pembangunan dan serah terima dapat berjalan lancar sehingga semakin banyak keluarga memiliki akses terhadap hunian yang layak dan nyaman.

Sementara itu, Kepala Dinas PUTR Purwakarta Didi Garnadi menekankan pentingnya pembangunan kawasan yang didukung infrastruktur memadai. Mulai dari akses jalan, sistem drainase, kebersihan hingga kenyamanan lingkungan harus menjadi perhatian.

Tak hanya menghadirkan hunian, keberadaan HWB Purwakarta juga dinilai berpotensi membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat sekitar.

Camat Bungursari Wita Gusrianita melihat kawasan tersebut dapat berkembang menjadi pusat aktivitas baru, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi dan menghadirkan pilihan hiburan bagi masyarakat.

Hal senada disampaikan Kepala Desa Karangmukti H. Endin Jaenudin. Menurutnya, kehadiran HWB Purwakarta berpotensi memberikan manfaat bagi desa melalui terbukanya peluang usaha dan interaksi sosial.

Ia berharap penghuni baru dapat hidup berdampingan dengan masyarakat setempat serta bersama-sama menjaga keamanan dan kebersihan lingkungan.

HWB Purwakarta sebelumnya memperoleh pengakuan dari Indonesia Property Watch (IPW). Pada 22 September 2026, kawasan ini mendapatkan Indonesia Property Record dalam kategori Rumah Komersial (Non-Subsidi) Dua Lantai dengan Harga Paling Terjangkau se-Indonesia.

CEO IPW Ali Tranghanda menilai, pembangunan perumahan tidak cukup hanya mengejar jumlah unit, tetapi juga harus memperhatikan keterjangkauan harga, lokasi, dan kualitas lingkungan.

“Persoalan perumahan bukan hanya mengenai berapa banyak rumah yang dibangun, tetapi bagaimana rumah tersebut dapat dijangkau oleh masyarakat yang membutuhkan dan berada di lokasi yang mendukung kehidupan mereka,” ujarnya.

Ia menilai model pengembangan HWB Purwakarta menunjukkan bahwa hunian komersial terjangkau dapat dibangun dengan tetap memperhatikan kualitas lingkungan dan kebutuhan masyarakat.

Deputy COO Hunian Warisan Bangsa, I Putu Adi Sastrawan, mengatakan pengembangan HWB Purwakarta tidak sekadar berfokus pada pembangunan fisik rumah.

“Apa yang kami bangun bukan hanya rumah, tetapi lingkungan tempat keluarga dapat membangun kehidupan dan masa depan mereka. HWB Purwakarta dibangun untuk manusia, diilhami oleh komunitas, dan dibentuk untuk masa depan,” ungkapnya.

HWB Purwakarta dikembangkan melalui PT Hunian Warisan Bangsa bersama LippoLand, dengan dukungan program kemitraan UMKM LippoLand.

Sejak diluncurkan, penjualan kawasan ini diklaim telah menembus lebih dari 2.000 unit. Bahkan, pada peluncuran tahap pertama Februari 2026, lebih dari 1.000 unit telah terjual.

Hunian ditawarkan dengan harga mulai Rp98 juta, tersedia pilihan satu, dua, hingga tiga kamar tidur. Desain bangunan mengutamakan fungsi ruang, pencahayaan alami, sirkulasi udara, serta ketersediaan area parkir.

Selain itu, tersedia skema cicilan tertentu mulai sekitar Rp600 ribu per bulan selama 40 bulan, sesuai ketentuan yang berlaku.

Seiring bertambahnya penghuni, HWB Purwakarta juga mulai membangun kehidupan sosial melalui sejumlah fasilitas dan kegiatan komunitas.

Salah satunya Masjid Tajug Istimewa Nusantara yang diresmikan pada 30 Januari 2026. Berdiri di atas lahan sekitar 240 meter persegi dengan kapasitas kurang lebih 150 jemaah, masjid tersebut menjadi fasilitas ibadah sekaligus ruang interaksi masyarakat.

Aktivitas warga juga berlangsung di Balai Nusantara dan sejumlah ruang komunal. Berbagai kegiatan seperti bazar makanan, pasar malam, musik langsung, lomba mewarnai anak, senam, tari tradisional hingga bersepeda bersama mulai mewarnai kehidupan kawasan.

Kegiatan tersebut sekaligus membuka kesempatan bagi pelaku UMKM untuk memperkenalkan produk dan mengembangkan usaha.

Untuk mendukung aktivitas ekonomi, HWB Purwakarta juga menghadirkan Griya Niaga, kawasan komersial dengan deretan ruko tiga lantai berukuran 4 x 12 meter yang menghadap boulevard utama selebar 16 meter.

Sejumlah fasilitas dan usaha yang telah beroperasi di kawasan tersebut antara lain Masjid Tajug Istimewa Nusantara, Toko MAMA, FmX, Bank Nobu, serta pusat kuliner dan UMKM. Ke depan, HWB Purwakarta direncanakan mampu menampung lebih dari 30.000 penduduk.

Dengan dimulainya serah terima 1.500 unit, HWB Purwakarta kini menghadapi tahap penting berikutnya, yakni memastikan kawasan tersebut benar-benar berkembang menjadi lingkungan hunian yang nyaman, tertata, memiliki aktivitas ekonomi, serta memberikan manfaat nyata bagi penghuni dan masyarakat sekitar. (Red)

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
📢 Pengaduan HaloPWK
Halo Admin HaloPWK 👋
● Siap menerima pengaduan
Halo! 👋
Punya informasi, keluhan, atau pengaduan seputar Purwakarta? Silakan hubungi Admin HaloPWK melalui WhatsApp.
💬 Mulai Chat WhatsApp
Pengaduan HaloPWK