Kepala Bidang (Kabid) Sarana dan Prasarana (Sarpras) Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Purwakarta, Wajmudin Anwar. (HaloPWK) HALO PURWAKARTA – Kebutuhan penerangan jalan umum (PJU) di Kabupaten Purwakarta masih cukup besar. Dari total kebutuhan ideal sebanyak 14.560 titik di sepanjang jalan kabupaten, hingga saat ini baru 3.206 titik PJU yang terpasang.
Artinya, tingkat pemenuhan PJU di Purwakarta baru mencapai 28,15 persen. Sementara itu, masih terdapat sekitar 71,85 persen kebutuhan yang belum terpenuhi.
Kepala Bidang (Kabid) Sarana dan Prasarana (Sarpras) Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Purwakarta, Wajmudin Anwar, mengatakan pemenuhan kebutuhan PJU menjadi salah satu tanggung jawab pemerintah daerah melalui Dishub sebagai leading sector.
“Di Kabupaten Purwakarta terdapat jalan kabupaten dengan panjang kurang lebih 728 kilometer. Kebutuhan ideal PJU mencapai 14.560 titik, sedangkan yang sudah terpasang sampai hari ini sebanyak 3.206 titik,” kata Anwar kepada Halo Purwakarta, Jumat 30 Oktober 2026.
Dia menjelaskan, pembangunan PJU akan terus dilakukan secara bertahap, termasuk pemeliharaan terhadap lampu penerangan yang sudah tersedia. Program tersebut disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi di lapangan.
Menurutnya, terdapat dua skema pekerjaan yang dilakukan Dishub, yakni pembangunan PJU baru dari awal serta pemeliharaan dengan memanfaatkan infrastruktur yang sudah tersedia, seperti tiang listrik maupun tiang PJU eksisting.
“Kalau pembangunan itu dimulai dari nol, mulai fondasi sampai pemasangan tiang. Sementara pemeliharaan menyesuaikan kondisi di lapangan, misalnya sudah ada tiang yang bisa dimanfaatkan, tinggal dilakukan pemasangan perangkat penerangannya,” ujarnya.
Anwar menyebut sejumlah wilayah menjadi perhatian untuk percepatan pembangunan PJU. Di antaranya kawasan Cikumpay, Cimahi, hingga Kebonkaret yang masuk dalam penanganan berdasarkan arahan pimpinan dan kebutuhan masyarakat.
“Untuk daerah-daerah kritis yang dianggap rawan, kita segera eksekusi sesuai dengan kebutuhan masyarakat yang mendesak. Apalagi di wilayah tersebut memang membutuhkan penerangan yang optimal,” katanya.
Namun, dia mengungkapkan belum terpenuhinya kebutuhan PJU bukan semata-mata karena keterbatasan lampu atau anggaran. Salah satu kendala yang dihadapi di lapangan adalah belum tersedianya jaringan listrik yang memadai.
Menurutnya, pemasangan PJU menggunakan tenaga surya atau solar cell bisa menjadi alternatif. Hanya saja, dari sisi efektivitas dan pembiayaan, penggunaan jaringan listrik PLN dinilai lebih memungkinkan apabila infrastrukturnya sudah tersedia.
Karena itu, Dishub berencana memperkuat koordinasi dengan PLN untuk mendukung pembangunan jaringan listrik di sejumlah titik yang membutuhkan penerangan.
“Ke depan kita akan berkolaborasi dengan pihak PLN untuk membangun jaringan di titik-titik yang lebih membutuhkan. Sebab, meskipun jaringan sudah tersedia, terkadang kapasitas kabelnya belum sesuai dengan kebutuhan pemasangan PJU,” jelasnya.
Di sisi lain, Dishub juga melakukan pemeliharaan terhadap PJU yang sudah terpasang. Berdasarkan data internal Dishub, sekitar 90 persen PJU yang telah terpasang dilaporkan dalam kondisi baik dan dapat berfungsi.
Sedangkan sekitar 10 persen lainnya mengalami gangguan, seperti lampu mati maupun kerusakan akibat sambaran petir. Saat ini, petugas tengah melakukan penyisiran untuk mendata dan memperbaiki lampu-lampu yang bermasalah.
Anwar mengatakan Dishub mengerahkan dua tim untuk menangani pekerjaan PJU. Satu tim bertugas melakukan pendataan, sedangkan enam personel lainnya turun langsung ke lapangan.
Petugas bekerja secara mobile mulai Senin hingga Sabtu, sementara pada Minggu tetap disiapkan petugas piket untuk mengantisipasi kebutuhan pelayanan masyarakat.
Bahkan, dalam kondisi tertentu, petugas harus bekerja hingga larut malam demi menyelesaikan pemasangan PJU di lokasi prioritas.
“Tim PJU kita mulai bekerja dari pagi sekitar pukul 08.00 WIB sampai pukul 22.00 WIB, bahkan pernah sampai pukul 23.00 WIB. Kami juga pernah melakukan pemasangan hingga pukul 02.00 WIB dini hari, seperti saat pengerjaan di Jembatan Bodem dan jalur Cikumpay,” ungkapnya.
Untuk mempermudah pengaduan masyarakat, Dishub Purwakarta juga telah menyediakan layanan call center PJU. Warga yang menemukan lampu penerangan jalan mati atau mengalami kerusakan dapat melaporkannya melalui layanan tersebut.
Laporan yang masuk selanjutnya diteruskan kepada tim PJU untuk dilakukan pengecekan dan penanganan di lapangan. (Ega Nugraha)


Tidak ada komentar