
HALO PURWAKARTA – Warga Kelurahan Nagri Kaler, Kecamatan Purwakarta, Kabupaten Purwakarta, diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap orang tidak dikenal yang datang ke rumah dengan berbagai alasan.
Imbauan tersebut menyusul dugaan pencurian yang dialami sebuah keluarga di wilayah RT 23/RW 03, Kelurahan Nagri Kaler, sekitar Perempatan H. Iming, Rabu (9/9/2026) lalu.
Berdasarkan keterangan keluarga korban yang disampaikan kepada Halo Purwakarta, peristiwa bermula ketika empat orang datang menggunakan dua sepeda motor sekitar pukul 09.26 WIB.
Tiga orang disebut masuk ke dalam rumah, sementara seorang lainnya tetap berada di luar dan menunggu di atas sepeda motor di sekitar sebuah counter pulsa.
Di dalam rumah, dua orang kemudian berbincang dengan orang tua korban yang sudah lanjut usia. Mereka disebut menanyakan sejumlah hal, termasuk jumlah anak dan siapa saja yang berada di rumah.
Sementara itu, satu orang lainnya disebut memperhatikan kondisi sekitar rumah dan sempat menuju bagian samping yang terdapat akses menuju pintu belakang.
Kedatangan mereka disebut menggunakan alasan menawarkan tong sampah yang dikaitkan dengan program KDM.
Aktivitas para tamu di dalam rumah berlangsung sekitar 12 menit. Setelah keempat orang tersebut meninggalkan lokasi, keluarga korban kemudian menyadari adanya sejumlah barang berharga yang hilang.
Keluarga menyebut uang tunai lebih dari Rp30 juta serta emas dengan berat puluhan gram diduga raib. Keluarga korban juga memperoleh rekaman CCTV dari sebuah counter di sekitar lokasi.
Dalam rekaman tersebut, salah seorang yang sebelumnya berada di dalam rumah terlihat keluar terlebih dahulu dan memberikan isyarat kepada rekannya yang menunggu di atas sepeda motor.
Tak lama kemudian, dua orang lainnya keluar dari rumah dan seluruhnya meninggalkan lokasi.
Keluarga korban menduga kejadian tersebut dilakukan dengan modus tertentu. Dugaan adanya tindakan hipnotis juga muncul dari pihak keluarga karena orang tua korban disebut tidak menyadari adanya kehilangan hingga para tamu pergi.
Namun, dugaan tersebut belum dapat dipastikan. Terlebih, hingga informasi ini disampaikan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait dugaan pencurian maupun kemungkinan modus yang digunakan.
Kondisi korban yang sudah lanjut usia juga menjadi perhatian keluarga. Sang ayah disebut berusia sekitar 80 tahun, sementara ibunya hampir 80 tahun dan mengalami kesulitan berbicara.
Keluarga mengaku belum melaporkan kejadian tersebut kepada kepolisian. Alasannya, orang tua korban disebut tidak ingin direpotkan dengan proses pemeriksaan.
Meski demikian, keluarga memilih menyampaikan kejadian tersebut sebagai peringatan bagi masyarakat, khususnya warga Purwakarta, agar lebih berhati-hati ketika menerima kedatangan orang yang belum dikenal.
Warga diimbau tidak mudah memberikan informasi mengenai kondisi penghuni rumah maupun membuka akses rumah kepada orang asing.
Jika menemukan aktivitas yang mencurigakan, warga dapat meminta bantuan tetangga atau lingkungan sekitar dan segera menghubungi pihak kepolisian. (Ega Nugraha)


Tidak ada komentar