Marbot Masjid di Purwakarta Tewas Bersimbah Darah, Pelaku Terekam CCTV

2 menit membaca View : 658
King Nugraha
Headline, Kriminal - 06 Agu 2026

HALO PURWAKARTA – Seorang marbot Masjid Al-Muhajirin berinisial AS (65) ditemukan tewas bersimbah darah di halaman masjid yang berada di Perum Metro Cikopo, Desa Cibodas, Kecamatan Bungursari, Kabupaten Purwakarta, Kamis (6/8/2026).

Korban ditemukan dengan sejumlah luka terbuka di tubuhnya. Polisi menduga AS menjadi korban pembunuhan menggunakan senjata tajam.

Peristiwa tersebut terjadi saat waktu salat zuhur dan membuat warga sekitar geger. Polisi menerima laporan sekitar pukul 12.30 WIB sebelum mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Kasat Reskrim Polres Purwakarta AKP I Made Purwantara mengatakan pihaknya masih menyelidiki kasus tersebut.

“Telah dilaporkan adanya dugaan penganiayaan atau pembunuhan yang terjadi di Desa Cibodas, Kecamatan Bungursari. Korban berinisial AS usia 65 tahun,” kata Made kepada wartawan di lokasi kejadian.

Dari hasil pemeriksaan awal, korban mengalami sejumlah luka terbuka yang diduga akibat serangan senjata tajam secara berulang.

“Korban dalam keadaan luka. Ada luka terbuka yang terlihat jelas pada tubuh korban. Betul diserang dengan cara berulang kali,” ujarnya.

Dalam penyelidikan awal, polisi mengamankan sejumlah barang bukti yang diduga digunakan pelaku saat menjalankan aksinya.

“Barang bukti yang sudah diamankan diduga samurai dan celurit. Nanti akan kami pastikan lagi,” ucap Made.

Polisi juga telah memeriksa sejumlah saksi dan mengamankan rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian. Dari rekaman tersebut, identitas pelaku disebut sudah diketahui.

“Pelaku sudah teridentifikasi melalui rekaman CCTV, mungkin kita lakukan penyelidikan lebih lanjut,” katanya.

Meski identitas pelaku telah dikantongi, polisi belum mengungkap motif di balik aksi tersebut. Penyidik masih mendalami keterangan saksi dan hasil olah TKP.

“Motif masih kami dalami. Kami juga masih memeriksa beberapa saksi. Karena kejadian baru terjadi, kami masih melakukan penyelidikan awal dan olah TKP,” jelas Made.

Sementara itu, penyebab pasti kematian korban masih menunggu hasil pemeriksaan medis. Polisi akan melakukan visum dan kemungkinan autopsi terhadap jenazah korban.

“Kami akan lakukan visum luar terlebih dahulu. Setelah itu kemungkinan dilakukan autopsi. Nanti setelah ada hasil dari rumah sakit baru bisa dipastikan,” pungkasnya.

Usai olah TKP, jenazah korban dievakuasi ke RSUD Bayu Asih Purwakarta untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. (Ega Nugraha)

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *