BTN Buka Peluang Buyback Saham untuk Program Karyawan

3 menit membaca View : 21
King Nugraha
Headline, Nasional - 23 Jun 2026

HALOPWK, JAKARTA – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN membuka peluang melakukan pembelian kembali saham (buyback) di tengah penilaian bahwa harga saham BBTN saat ini masih berada di bawah nilai yang seharusnya.

Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu mengatakan, opsi buyback sedang dipelajari dan kemungkinan akan digunakan untuk mendukung program kepemilikan saham bagi karyawan.

Menurut Nixon, langkah tersebut menjadi salah satu opsi yang realistis karena porsi saham publik BTN saat ini sudah mendekati batas minimum yang ditetapkan regulator.

“Harga saham BBTN saat ini masih cukup murah jika dibandingkan dengan fundamental perusahaan. Karena itu kami sedang mengkaji kemungkinan buyback untuk kebutuhan program karyawan seperti bonus atau stock option,” kata Nixon di Jakarta.

Ia menjelaskan, rencana tersebut belum masuk dalam Rencana Bisnis Bank (RBB). Namun, manajemen akan mempertimbangkan untuk memasukkannya dalam revisi RBB mendatang.

Sebelumnya, Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia Dony Oskaria menyebut buyback merupakan langkah yang wajar dilakukan perusahaan ketika harga saham dinilai belum mencerminkan kondisi bisnis yang sebenarnya.

Menurut Dony, perusahaan yang memiliki kinerja dan fundamental kuat sebaiknya mempertimbangkan investasi pada sahamnya sendiri dibandingkan menempatkan dana pada instrumen lain.

“Kalau harga saham terlalu rendah, buyback bisa menjadi pilihan. Apalagi jika fundamental perusahaan memang kuat,” ujarnya.

Dony menambahkan, sejumlah BUMN saat ini memiliki kondisi bisnis yang sehat, mulai dari sektor perbankan, pertambangan, infrastruktur hingga berbagai sektor strategis lainnya.

Selain mengkaji buyback, BTN juga terus memperkuat bisnis melalui berbagai langkah ekspansi.

Salah satunya adalah rencana pembelian portofolio aset milik PT Bank SMBC Indonesia Tbk. Transaksi tersebut saat ini masih dalam proses dan telah dilaporkan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

BTN telah menandatangani dua perjanjian pengalihan aset pada 22 Mei 2026. Aset yang akan diambil alih meliputi kredit pensiunan, kredit pra-pensiunan, serta kredit karyawan aktif BUMN dan lembaga pemerintah.

Melalui skema Conditional Portfolio Transfer Agreement (CPTA), BTN akan mengakuisisi portofolio kredit pensiunan dan pra-pensiunan yang dikelola TASPEN dengan nilai sekitar Rp12,58 triliun.

Sementara melalui skema Conditional Loan Asset Transfer Agreement (CLATA), BTN akan mengambil alih kredit pensiunan ASABRI, dana pensiun lainnya, serta kredit pegawai aktif BUMN dan instansi pemerintah dengan nilai sekitar Rp7,34 triliun.

Total nilai aset yang akan diakuisisi BTN dari Bank SMBC Indonesia diperkirakan mencapai Rp19,92 triliun.

Analis Bahana Sekuritas Razqi M Kurniawan menilai langkah tersebut berpotensi memberikan dampak positif bagi BTN. Menurutnya, akuisisi portofolio kredit itu dapat menambah aset produktif tanpa mengurangi porsi kepemilikan pemegang saham yang ada.

Selain itu, aset yang diakuisisi dinilai memiliki tingkat keuntungan yang menarik dengan risiko kredit yang relatif lebih rendah.

Dengan kajian buyback saham dan rencana akuisisi aset bernilai hampir Rp20 triliun, BTN menunjukkan upaya untuk memperkuat bisnis sekaligus meningkatkan nilai perusahaan bagi para pemegang saham.

Meski demikian, keputusan mengenai buyback masih menunggu hasil kajian lebih lanjut dari manajemen dan persetujuan dalam revisi Rencana Bisnis Bank. (Ega Nugraha)

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *