BTN Perkuat Akses Hunian Terjangkau, Home Power hingga RumahMU Mulai Disiapkan

3 menit membaca View : 15
Lalan Nugraha
Headline - 04 Nov 2026

HaloPWK, JAKARTA – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait mengapresiasi berbagai terobosan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) dalam memperluas akses pembiayaan perumahan. Inovasi tersebut dinilai menjadi bagian penting dalam mendorong percepatan Program 3 Juta Rumah.

Apresiasi itu disampaikan Maruarar saat bertemu Direktur Utama BTN Nixon L.P. Napitupulu beserta jajaran direksi di Jakarta, Senin (2/11/2026).

Maruarar menilai BTN terus menghadirkan langkah baru untuk mendukung penyaluran rumah subsidi melalui skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).

“BTN memiliki terobosan-terobosan baru yang baik dan bagus dalam mendukung percepatan progres rumah subsidi FLPP,” ujar Maruarar.

Ia juga menyampaikan terima kasih atas kontribusi BTN dalam mendukung program perumahan pemerintah, khususnya melalui pembiayaan FLPP dan Kredit Program Perumahan (KPP).

Menurutnya, percepatan Program 3 Juta Rumah membutuhkan kerja sama berbagai pihak, mulai dari pemerintah, BP Tapera, perbankan hingga pengembang.

Tidak hanya mengandalkan KPR subsidi, BTN juga memperkuat pembiayaan dari sisi penyediaan rumah maupun kebutuhan masyarakat sebagai calon pemilik hunian.

Berdasarkan data penyaluran yang telah dipublikasikan sebelumnya, BTN telah menyalurkan KPP secara kumulatif sebesar Rp7,4 triliun. Jumlah tersebut terdiri dari Rp5,4 triliun untuk pembiayaan sisi penyediaan (supply) dan Rp2 triliun untuk sisi permintaan (demand).

Salah satu terobosan yang tengah dikembangkan BTN adalah program Home Power. Skema ini disiapkan untuk membantu masyarakat melengkapi kebutuhan rumah agar lebih siap ditempati.

Saat ini, program tersebut masih dalam tahap uji coba di Bogor dengan target awal sebanyak 40 unit rumah.

Direktur Utama BTN Nixon L.P. Napitupulu menjelaskan, melalui skema tersebut, BTN dapat memberikan tambahan pembiayaan hingga 30 persen dari plafon awal untuk kebutuhan perlengkapan rumah, setelah pengembang menyelesaikan pembangunan.

“Kami ingin memastikan masyarakat tidak hanya bisa membeli rumah, tetapi juga memiliki kemampuan untuk melengkapi kebutuhan di dalamnya. Karena itu, kami menawarkan pembiayaan dengan bunga yang terjangkau agar masyarakat tidak perlu mencari pinjaman dari pihak lain yang bunganya lebih tinggi,” jelas Nixon.

Selain itu, BTN juga menyiapkan program KPR Recycle untuk mengoptimalkan kembali rumah-rumah eksisting agar dapat dipasarkan kepada masyarakat.

Nixon menyebutkan, sekitar 30.000 unit rumah tengah disiapkan untuk dipasarkan kembali. Sebelum ditawarkan, rumah-rumah tersebut akan diperbaiki, mulai dari pengecatan ulang hingga perbaikan atap dan dinding agar kembali layak huni.

BTN juga memperluas pembiayaan berbasis komunitas dengan menjajaki kerja sama bersama sejumlah organisasi kemasyarakatan, termasuk Pengurus Pusat Muhammadiyah dan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

Bersama Muhammadiyah, BTN menyiapkan program RumahMU atau Rumah Muhammadiyah yang menyasar kebutuhan hunian para guru dan pegawai di lingkungan sekolah, rumah sakit, yayasan hingga perguruan tinggi Muhammadiyah.

Program tersebut direncanakan diperkenalkan pada 12 November 2026 di Palu, bertepatan dengan kegiatan Tanwir Muhammadiyah.

“Dengan menyasar komunitas yang sudah memiliki ekosistem sendiri, kami berharap proses penyaluran pembiayaan bisa lebih terarah, termasuk dalam hal administrasi dan pembayaran angsuran,” kata Nixon.

Di sektor hunian perkotaan, BTN juga mendukung pengembangan proyek perumahan di kawasan Manggarai, Jakarta, yang memiliki akses transportasi publik.

Menurut Nixon, sekitar 1.500 orang telah menyampaikan peminatan terhadap proyek tersebut. Namun, pengembangannya masih menunggu penyelesaian proses perizinan dari PT Kereta Api Indonesia (KAI).

“Kami melihat minat terhadap hunian di tengah kota cukup tinggi, terutama hunian yang lokasinya dekat dengan akses transportasi,” ujarnya.

Melalui penguatan pembiayaan FLPP, KPP, serta berbagai inovasi seperti Home Power, KPR Recycle dan RumahMU, BTN berupaya memperluas pilihan pembiayaan sekaligus meningkatkan akses masyarakat terhadap hunian layak dan terjangkau.

Sinergi antara pemerintah, perbankan, BP Tapera, pengembang dan berbagai pemangku kepentingan diharapkan dapat mempercepat realisasi Program 3 Juta Rumah di Indonesia. (Red)

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
📢 Pengaduan HaloPWK
Halo Admin HaloPWK 👋
● Siap menerima pengaduan
Halo! 👋
Punya informasi, keluhan, atau pengaduan seputar Purwakarta? Silakan hubungi Admin HaloPWK melalui WhatsApp.
💬 Mulai Chat WhatsApp
Pengaduan HaloPWK