Milangkala ke-4, Padepokan Pencak Silat Gagak Lumayung Generasi Pusaka Wargi Saluyu Bungursari, Kabupaten Purwakarta. (HaloPWK) HALO PURWAKARTA — Padepokan Pencak Silat Gagak Lumayung Generasi Pusaka Wargi Saluyu Bungursari, Kabupaten Purwakarta, memperingati milangkala atau hari jadinya yang ke-4.
Milangkala tersebut menjadi momentum bagi keluarga besar padepokan untuk mempererat silaturahmi sekaligus menjaga keberadaan seni pencak silat sebagai bagian dari warisan budaya leluhur.
Padepokan yang berada di wilayah Desa Bungursari Kecamatan Bungursari tersebut dipimpin oleh Taufiq Deden Setiawan selaku ketua sekaligus pimpinan dan pupuhu padepokan.
Dalam kepengurusan, posisi sekretaris dijabat Karyati, bendahara Dedeh Chodidjah, sementara posisi kasepuhan dipegang Gusnagiri.
Taufiq Deden Setiawan mengatakan, milangkala ke-4 tidak hanya menjadi kegiatan untuk memperingati bertambahnya usia padepokan. Lebih dari itu, momentum tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga seni dan tradisi yang diwariskan para leluhur.
“Milangkala ini merupakan bentuk rasa syukur sekaligus untuk memperingati perjalanan Padepokan Pencak Silat Gagak Lumayung Generasi Pusaka Wargi Saluyu yang sudah memasuki tahun keempat,” ujar Taufiq, kepada Halo Purwakarta, Minggu 4 Oktober 2026.
Menurutnya, keberadaan padepokan diharapkan dapat menjadi wadah untuk mengenalkan pencak silat dan nilai-nilai budaya kepada generasi muda.
“Kami ingin seni pencak silat dan budaya tradisi leluhur ini tetap hidup dan dikenal oleh generasi muda. Jangan sampai budaya yang sudah diwariskan turun-temurun justru hilang karena perkembangan zaman,” katanya.
Taufiq menambahkan, pelestarian budaya tidak cukup hanya dilakukan melalui kegiatan seremonial. Diperlukan keterlibatan generasi muda agar seni tradisi, khususnya pencak silat, tetap memiliki penerus.
“Harapannya anak-anak muda bisa ikut mencintai dan mempelajari seni budaya kita. Pencak silat bukan hanya tentang bela diri, tetapi di dalamnya ada nilai disiplin, kebersamaan, silaturahmi dan penghormatan kepada para leluhur,” ungkapnya.
Ia berharap momentum milangkala ke-4 tersebut dapat semakin memperkuat kekompakan seluruh keluarga besar padepokan sekaligus menjadi penyemangat untuk terus melestarikan budaya di Kabupaten Purwakarta.
“Kami berharap Padepokan Gagak Lumayung bisa terus berkembang, tetap kompak dan terus menjaga seni budaya tradisi leluhur agar bisa diwariskan kepada generasi berikutnya,” pungkas Taufiq. (M. Syaiful Wahyudin)


Tidak ada komentar