Klarifikasi Pemilik Usaha Pembakaran Kulit Sapi di Gang Beringin Nagrikaler

3 menit membaca View : 45
Lalan Nugraha
Headline - 27 Sep 2026

HALO PURWAKARTA – Pemilik usaha pengolahan dan pembakaran kulit sapi di Gang Beringin, Kelurahan Nagri Kaler, Kecamatan Purwakarta, memberikan klarifikasi terkait keluhan warga mengenai asap dan bau yang disebut mengganggu lingkungan sekitar.

Pemilik usaha, Erik, menyampaikan permintaan maaf atas ketidaknyamanan yang mungkin ditimbulkan dari aktivitas pengolahan kulit sapi tersebut.

“Saya selaku pemilik usaha kulit sapi bakar Gang Beringin meminta maaf atas ketidaknyamanan yang saya timbulkan. Kami di sini sedang mengusahakan agar lebih nyaman dan bijak lagi,” ujar Erik kepada Halo Purwakarta, Minggu 27 September 2026.

Menurut Erik, usaha yang dijalankannya masih berskala kecil sehingga pihaknya membutuhkan waktu untuk melakukan sejumlah perbaikan agar aktivitas usaha tidak terlalu mengganggu lingkungan sekitar.

Ia juga mengaku sebelumnya telah menerima saran dari petugas Satpol PP untuk memasang cerobong asap. Namun, upaya tersebut diakuinya belum sepenuhnya mampu mengatasi persoalan asap.

“Saya sudah mendengarkan saran dari petugas Satpol PP untuk memasang cerobong. Saya minta maaf karena belum bisa mengatasi masalah asap sepenuhnya,” katanya.

Erik juga memberikan penjelasan mengenai waktu aktivitas pembakaran kulit sapi. Ia membantah jika pembakaran dilakukan sejak pagi hingga sore hari.

Menurutnya, pada awalnya proses pembakaran dilakukan sekitar pukul 09.00 hingga 13.00 WIB. Namun, selama sekitar satu pekan terakhir, jadwal pembakaran diubah menjadi malam hari, yakni sekitar pukul 19.00 hingga 23.00 WIB.

“Selain jam itu tidak ada aktivitas pembakaran, hanya perebusan saja,” jelas Erik.

Terkait keluhan warga mengenai asap yang dinilai tebal dan pekat, Erik mengakui bahwa aktivitas pembakaran memang dapat menimbulkan asap dan bau. Namun, ia menyebut kondisi di lapangan menurutnya tidak separah yang tergambarkan dalam ilustrasi pemberitaan sebelumnya.

“Saya mengakui kalau memang asapnya mengganggu. Tapi asap yang ditimbulkan tidak separah dan setebal itu,” ujarnya.

Erik juga mengaku telah beberapa kali menanyakan langsung kepada sejumlah tetangga di sekitar lokasi terkait dampak asap dan bau dari aktivitas usahanya.

Menurut dia, sebagian warga yang ditanya menyampaikan bahwa asap dan bau hanya sesekali lewat dan tidak terlalu mengganggu.

Meski demikian, Erik mengatakan pihaknya tetap terbuka terhadap masukan warga dan berupaya melakukan perbaikan agar aktivitas usaha dapat berjalan tanpa menimbulkan persoalan dengan lingkungan sekitar.

Pada Minggu (27/9/2026), Erik juga menyampaikan bahwa pihak kepolisian telah mendatangi lokasi usaha. Rencananya, pada sore hari akan dilakukan musyawarah bersama pengurus RT, RW dan warga setempat untuk membahas persoalan tersebut.

“Tadi sudah ada polisi juga yang ke sini. Sore insyaallah mau musyawarah bersama RT, RW dan warga setempat,” ungkapnya.

Erik berharap persoalan tersebut dapat diselesaikan melalui komunikasi dan musyawarah dengan warga, sembari pihaknya melakukan pembenahan terhadap sistem pengolahan dan pembakaran kulit sapi. (Ega Nugraha)

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
📢 Pengaduan HaloPWK
Halo Admin HaloPWK 👋
● Siap menerima pengaduan
Halo! 👋
Punya informasi, keluhan, atau pengaduan seputar Purwakarta? Silakan hubungi Admin HaloPWK melalui WhatsApp.
💬 Mulai Chat WhatsApp
Pengaduan HaloPWK