Menkes dan Direktur BTN Jadi Mata Peserta Tunanetra di BTN Jakarta International Marathon 2026

2 menit membaca View : 9
King Nugraha
Headline, Nasional - 17 Jun 2026

HALO PURWAKARTA – Semangat inklusivitas mewarnai gelaran BTN Jakarta International Marathon (JAKIM) 2026. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin bersama Direktur Risk Management PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN, Setiyo Wibowo, turun langsung mendampingi peserta penyandang tunanetra dalam kategori lari 5K yang berlangsung di kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Sabtu (13/6).

Keduanya berperan sebagai guide runner, yakni pendamping yang bertugas membantu pelari tunanetra selama mengikuti perlombaan. Kehadiran guide runner menjadi bagian penting dalam memastikan peserta dapat menyelesaikan lomba dengan aman, nyaman, dan percaya diri.

Dalam ajang lari bagi penyandang tunanetra, guide runner tidak hanya berfungsi sebagai pendamping biasa. Mereka menjadi “mata” bagi atlet yang didampingi dengan memberikan informasi secara terus-menerus mengenai kondisi lintasan, arah pergerakan, hingga jarak menuju garis finis.

Sepanjang rute perlombaan, Menkes Budi Gunadi Sadikin dan Setiyo Wibowo berjalan serta berlari berdampingan dengan peserta yang mereka dampingi. Komunikasi aktif menjadi kunci utama agar pelari tunanetra dapat menyesuaikan langkah dan menjaga ritme lari.

Pada BTN JAKIM 2026, koordinasi antara guide runner dan atlet tunanetra dilakukan menggunakan running tether, yaitu gelang khusus yang dihubungkan dengan tali pendek sebagai alat navigasi. Perangkat tersebut memungkinkan kedua pelari tetap terhubung selama perlombaan berlangsung.

Penggunaan running tether menjadi standar penting dalam kompetisi lari untuk penyandang tunanetra. Dengan alat ini, guide runner dapat memberikan arah secara akurat sekaligus menjaga sinkronisasi gerakan agar pelari tetap berada di jalur yang aman.

Selama berlari, guide runner diwajibkan terus memegang tether yang menghubungkan mereka dengan atlet. Hal tersebut bertujuan menjaga koordinasi, menghindari hambatan di lintasan, serta membantu peserta menghadapi berbagai kondisi selama lomba berlangsung.

Partisipasi langsung Menteri Kesehatan dan jajaran manajemen BTN sebagai guide runner menjadi simbol dukungan terhadap olahraga yang inklusif. Kehadiran mereka menunjukkan bahwa ajang maraton tidak hanya menjadi ruang kompetisi, tetapi juga wadah untuk mendorong kesetaraan kesempatan bagi seluruh masyarakat, termasuk penyandang disabilitas.

BTN JAKIM 2026 pun kembali menegaskan komitmennya dalam menghadirkan event olahraga yang dapat diikuti oleh berbagai kalangan tanpa memandang keterbatasan fisik. Melalui keterlibatan peserta tunanetra dan para guide runner, semangat kebersamaan serta inklusi sosial semakin terasa di sepanjang lintasan lomba.

Momen ketika Menkes Budi Gunadi Sadikin dan Setiyo Wibowo mendampingi peserta tunanetra menjadi salah satu sorotan dalam penyelenggaraan BTN JAKIM 2026. Aksi tersebut tidak hanya menggambarkan kepedulian terhadap penyandang disabilitas, tetapi juga memberikan inspirasi bahwa olahraga adalah ruang yang terbuka bagi siapa saja. (Ega Nugraha)

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

CLOSE ADS
Gambar